Mata uang rupiah. Foto: MI.
Mata uang rupiah. Foto: MI.

Rupiah Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Global Menguat

Arif Wicaksono • 20 Juli 2026 09:00
Ringkasnya gini..
  • Berdasarkan data perdagangan Investing hingga pukul 08.50 WIB, rupiah terdepresiasi 0,11 persen atau 19,3 poin ke level Rp17.890 per dolar AS.
  • Pada saat yang sama, Indeks Dolar AS (DXY) menguat tipis 0,02 persen ke posisi 100,607, menunjukkan mata uang Negeri Paman Sam masih mempertahankan penguatannya.
Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada pembukaan perdagangan Senin, 20 Juli 2026. Mata uang Garuda melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan mayoritas mata uang utama dunia seiring masih kuatnya pergerakan dolar di pasar global.
 
Berdasarkan data perdagangan Investing hingga pukul 08.50 WIB, rupiah terdepresiasi 0,11 persen atau 19,3 poin ke level Rp17.890 per dolar AS. Meskipun melemah mata uang rupiah sudah menjauhi level Rp18.000 per dollar AS pada pekan lalu. Pada saat yang sama, Indeks Dolar AS (DXY) menguat tipis 0,02 persen ke posisi 100,607, menunjukkan mata uang Negeri Paman Sam masih mempertahankan penguatannya.
 
Baca juga:    Rupiah Melemah ke Rp18.064 per Dolar AS

Tekanan terhadap rupiah juga tercermin dari pergerakannya terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar terhadap rupiah setelah naik 0,57 persen ke level Rp12,09. Penguatan juga terjadi pada ringgit Malaysia yang naik 0,55 persen menjadi Rp4.392,67, disusul yuan China yang menguat 0,38 persen ke level Rp2.650,01.
 
Sementara itu, euro menguat 0,37 persen terhadap mata uang rupiah menjadi Rp20.540,0. Dolar Singapura naik 0,35 persen ke posisi Rp13.899,07, sedangkan yen Jepang bertambah 0,34 persen menjadi Rp110,55. Sedangkan mata uang Baht Thailand turut menguat 0,28 persen ke level Rp533,45.

Di pasar komoditas, harga emas dunia justru bergerak berlawanan arah. Emas spot (XAU/USD) terkoreksi 0,42 persen atau turun 16,79 poin menjadi USD4.000,81 per troy ounce. Pelemahan harga logam mulia tersebut terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS yang membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan