Berdasarkan data perdagangan bursa Senin 5 Oktober 2026, indeks komposit domestik melesat ke level 6.068,56. Posisi ini mencerminkan lonjakan sebesar 31,67 poin atau terangkat 0,52 persen dibandingkan penutupan perdagangan sesi sebelumnya.
Baca juga: IHSG Hari Ini Coba Rebound, Ini Sentimen dan Level yang Perlu Dicermati |
Kembalinya IHSG ke atas area 6.060 memberikan sinyal positif bagi para investor yang mencermati tren pasar modal domestik. Gerak naik yang relatif mantap di sesi pertama ini menjadi konfirmasi atas pulihnya kepercayaan diri pasar dalam menyerap aset-aset ekuitas berisiko.
Faktor pendorong penguatan IHSG pagi ini tak lepas dari sentimen kawasan yang tengah berada dalam tren serba menghijau. Indeks saham di berbagai negara tetangga tampak bergerak kompak menguat, menciptakan limpahan optimisme (spillover effect) yang menguntungkan posisi bursa Indonesia.
Katalis Bursa Asia
Katalis penguatan paling dominan datang dari bursa Tokyo, di mana indeks acuan Nikkei 225 melesat tajam sebesar 2,48 persen hingga menembus level 70.006,00. Reli kencang di pasar Jepang tersebut sukses membangkitkan gairah investor regional sejak menit-menit awal perdagangan dibuka.Tak hanya Jepang, bursa di negara-negara mitra Asia Tenggara pun ikut menunjukkan ketahanan serupa. Pasar saham Vietnam melalui indeks VNI tercatat naik 0,86 persen ke level 1.752,72, sementara indeks SET di Thailand terapresiasi 0,49 persen ke posisi 1.571,62, memperkuat sinyal penguatan kolektif di lingkar regional.
Dari Asia Timur, indeks KOSPI Korea Selatan juga memperlihatkan tren positif dengan kenaikan 0,46 persen ke level 7.003,74. Seluruh konstelasi bursa Asia yang serempak menghijau ini menjadi fondasi yang kokoh bagi pergerakan IHSG untuk terus bertahan di jalur apresiasi.
Dengan modal penguatan di pembukaan sesi pagi, pasar kini menantikan sejauh mana ketahanan likuiditas dan volume transaksi harian mampu menjaga momentum ini hingga sesi penutupan sore nanti. Jika sentimen regional tetap kondusif, IHSG berpeluang mempertahankan ritme positifnya sepanjang pekan pertama Oktober.