Supaya gaji pertama gak cuma numpang lewat, fresh graduate bisa mulai membangun kebiasaan keuangan yang lebih sehat. Mengutip laman Prudential pada Selasa, 13 Oktober 2026, berikut lima langkah yang bisa dicoba untuk mengatur penghasilan sejak awal bekerja.
1. Bikin Anggaran Bulanan Sebelum Gaji Habis
Langkah pertama adalah membuat financial planner atau perencanaan keuangan bulanan. Dengan menyusun anggaran sejak gaji diterima, kita bisa mengetahui berapa uang yang tersedia untuk kebutuhan sehari-hari, hiburan, tabungan, hingga pengeluaran rutin lainnya.
Perencanaan ini juga membantu mengevaluasi keputusan keuangan dalam jangka pendek maupun panjang. Jadi, sebelum membeli sesuatu, kita bisa mengecek apakah pengeluaran tersebut masih sesuai dengan anggaran atau justru berpotensi mengganggu kebutuhan lain.
2. Atur Pembagian Gaji dengan Metode 50/30/20
Kalau bingung menentukan berapa uang yang sebaiknya digunakan dan ditabung, metode budgeting 50/30/20 bisa menjadi salah satu panduan. 50 persen untuk kebutuhan utama (makan, tempat tinggal, transportasi, tagihan, dan kebutuhan pokok lainnya), 30 persen untuk keinginan (nongkrong, hiburan, belanja pakaian, atau kegiatan rekreasi), dan 20 persen untuk tabungan dan dana darurat: sebagai simpanan untuk kebutuhan mendatang maupun kondisi tidak terduga.
Pembagian ini bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Jika biaya kos, transportasi, atau kebutuhan pokok cukup besar, bisa diatur ulang persentasenya selama kebutuhan utama dan kemampuan menabung tetap diperhitungkan.
3. Sisihkan Dana Darurat Sejak Gajian
Segera sisihkan sebagian gaji setelah uang masuk ke rekening agar tabungan tidak hanya bergantung pada sisa pengeluaran di akhir bulan. Dana darurat dapat digunakan ketika menghadapi pengeluaran yang tidak direncanakan, misalnya biaya kesehatan, kebutuhan mendesak, atau kehilangan penghasilan. Kamu bisa memulainya dari nominal yang realistis, lalu menambahnya secara bertahap sesuai kemampuan.
Kebiasaan ini juga membantu membedakan uang yang boleh digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dengan uang yang sebaiknya disimpan untuk keadaan mendesak.
4. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan Sebelum Belanja
Sebelum membeli sesuatu, buat daftar barang yang diinginkan dan periksa tingkat urgensinya. Pilih mana barang yang benar-benar dibutuhkan dan barang yang hanya untuk kesenangan yang masih bisa ditunda.
Cara sederhana ini bisa membantu menekan pembelian impulsif, sekaligus tetap bisa mengalokasikan uang untuk hiburan atau keinginan pribadi selama jumlahnya tidak mengganggu kebutuhan utama dan target tabungan.
5. Catat Pengeluaran Harian agar Tahu ke Mana Uang Pergi
Pastikan selalu mencatat pengeluaran, baik itu pengeluaran besar ataupun pengeluaran yang kecil. Hal tersebut dilakukan supaya mengetahui bagaimana arus pengeluaran.
Mengatur gaji pertama memang membutuhkan kebiasaan dan kedisiplinan. Namun, dengan anggaran yang jelas, tabungan yang disisihkan sejak awal, serta pencatatan pengeluaran yang rutin, fresh graduate bisa mulai membangun fondasi keuangan yang lebih sehat tanpa harus berhenti menikmati hasil kerja sendiri. (Wisa Irena Br Sitepu)