Ilustrasi. Foto: Pexels/Defrino Maasy
Ilustrasi. Foto: Pexels/Defrino Maasy

15 Cara Mengatur Keuangan agar Lebih Sehat dan Terarah

Arif Wicaksono • 13 Agustus 2026 14:26
Ringkasnya gini..
  • Mengatur keuangan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti membuat anggaran dan mencatat pengeluaran secara rutin.
  • Menabung, mengurangi utang berbunga tinggi, dan menetapkan tujuan finansial membantu menjaga kondisi keuangan tetap sehat.
  • Konsistensi menjadi kunci agar kebiasaan mengelola keuangan dapat bertahan dan menyesuaikan kebutuhan di setiap fase kehidupan.

Jakarta: Mengatur keuangan pribadi bukan hanya soal berapa banyak uang yang dimiliki, tetapi juga bagaimana mengalokasikan dan menggunakannya secara bijak.

Kebiasaan sederhana seperti membuat anggaran, mencatat pengeluaran, hingga menyisihkan uang untuk tabungan dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kondisi finansial tetap sehat.
 
Baca juga: 5 Cara Menabung Beli Mobil agar Keuangan Tetap Aman     

Mengelola keuangan juga tidak harus dilakukan dengan perubahan besar sekaligus. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu seseorang lebih memahami kondisi keuangannya dan mengambil keputusan finansial dengan lebih baik.
 
Melansir laman Intuit, berikut 15 cara yang dapat diterapkan untuk membantu mengelola keuangan pribadi. 

1. Buat anggaran keuangan

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah membuat anggaran keuangan. Anggaran membantu mengetahui jumlah pemasukan dan menentukan ke mana uang akan dialokasikan.
 
Catat kebutuhan utama terlebih dahulu, kemudian tentukan alokasi untuk kebutuhan lainnya sesuai dengan kondisi dan prioritas keuangan. Buat anggaran yang realistis agar lebih mudah dijalankan secara konsisten.

2. Catat pengeluaran secara rutin
 
Mencatat pengeluaran dapat membantu mengetahui ke mana saja uang digunakan. Kebiasaan ini juga dapat menunjukkan pola pengeluaran yang sebelumnya mungkin tidak disadari.
 
Lakukan pencatatan secara rutin, baik mingguan maupun bulanan. Dari catatan tersebut, evaluasi pengeluaran dan cari pos yang masih dapat dikurangi.
 
3. Siapkan dana darurat
 
Dana darurat penting untuk menghadapi pengeluaran tidak terduga. Dengan adanya dana cadangan, kebutuhan mendesak tidak selalu harus ditutupi dengan berutang atau mengorbankan tabungan untuk tujuan lain.
 
Tidak perlu menunggu memiliki penghasilan besar untuk mulai membangun dana darurat. Menyisihkan uang dalam jumlah kecil secara konsisten tetap dapat menjadi langkah awal.
 
4. Sisihkan uang di awal
 
Menabung akan lebih mudah dilakukan jika uang langsung disisihkan ketika menerima penghasilan. Jangan menunggu hingga akhir bulan dan hanya menabung dari sisa uang.
 
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membuat pemindahan dana secara otomatis ke rekening tabungan. Dengan begitu, menabung dapat menjadi kebiasaan rutin.
 
5. Hindari kenaikan gaya hidup berlebihan
 
Ketika penghasilan meningkat, keinginan untuk meningkatkan gaya hidup juga dapat ikut bertambah. Kondisi tersebut dikenal sebagai lifestyle inflation.
 
Daripada seluruh tambahan penghasilan digunakan untuk meningkatkan pengeluaran, sebagian dapat dialihkan untuk menambah tabungan atau mengurangi utang.
 
6. Periksa kondisi kredit secara berkala
 
Riwayat kredit dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam memperoleh produk pembiayaan. Karena itu, penting untuk mengetahui kondisi catatan kredit secara berkala.
 
Di Indonesia, masyarakat dapat memanfaatkan informasi kredit melalui layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK OJK untuk memahami riwayat kreditnya.
 
7. Prioritaskan utang dengan bunga tinggi
 
Utang dengan bunga tinggi dapat menggerus kondisi keuangan apabila tidak segera dikelola. Semakin lama utang tersebut dibiarkan, semakin besar biaya yang harus dibayarkan.
 
Karena itu, prioritaskan pembayaran utang yang memiliki bunga tinggi. Setelah satu utang berkurang, dana yang sebelumnya digunakan untuk membayar utang tersebut dapat dialihkan ke kewajiban lainnya.
 
8. Tentukan tujuan keuangan
 
Mengelola uang akan lebih terarah jika memiliki tujuan yang jelas. Tujuan tersebut dapat berupa melunasi utang, membeli rumah, menyiapkan biaya pendidikan, atau mempersiapkan masa pensiun.
 
Tentukan tujuan berdasarkan jangka waktu, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan yang jelas juga dapat membantu menentukan berapa banyak uang yang perlu disisihkan secara rutin.
 
9. Mulai menyiapkan dana pensiun lebih awal
 
Persiapan dana pensiun sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Semakin lama waktu yang tersedia, semakin banyak kesempatan bagi dana yang disisihkan untuk berkembang.
 
Jumlah yang disisihkan tidak harus besar sejak awal. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan menabung untuk kebutuhan jangka panjang secara konsisten.
 
10. Evaluasi pengeluaran secara berkala
 
Mencatat pengeluaran saja belum cukup. Lakukan evaluasi secara rutin untuk mengetahui apakah pengeluaran masih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan.
 
Periksa kembali transaksi dan tagihan secara berkala. Perhatikan pengeluaran seperti langganan layanan yang sudah jarang digunakan, biaya belanja yang meningkat, atau pembayaran rutin lainnya.
 
11. Tingkatkan pengetahuan tentang keuangan
 
Kondisi finansial dan kebutuhan seseorang dapat berubah seiring waktu. Karena itu, pengetahuan mengenai keuangan juga perlu terus diperbarui.
 
Pelajari berbagai informasi mengenai pengelolaan uang, tabungan, investasi, utang, dan perencanaan keuangan dari sumber yang terpercaya.
 
12. Manfaatkan alat bantu keuangan
 
Teknologi dapat membantu membuat pengelolaan keuangan menjadi lebih praktis. Berbagai aplikasi dapat digunakan untuk mencatat pengeluaran, memantau langganan, menghitung kebutuhan dana pensiun, hingga mengatur tabungan.
 
Namun, pilih alat yang sesuai dengan kebiasaan dan kebutuhan. Penggunaan aplikasi seharusnya mempermudah pengelolaan keuangan, bukan justru membuatnya semakin rumit.
 
13. Siapkan dana untuk pengeluaran tidak rutin
 
Tidak semua pengeluaran yang besar merupakan keadaan darurat. Beberapa biaya memang dapat diperkirakan meskipun tidak muncul setiap bulan.
 
Contohnya biaya perawatan kendaraan, pembayaran tahunan, premi asuransi, atau kebutuhan saat hari raya. Menyisihkan dana secara bertahap dapat membantu pengeluaran tersebut tidak mengganggu anggaran bulanan.
 
14. Tinjau kembali rencana keuangan
 
Kondisi kehidupan dapat berubah sehingga rencana keuangan juga perlu disesuaikan. Perubahan pekerjaan, peningkatan penghasilan, pernikahan, atau bertambahnya anggota keluarga dapat memengaruhi kebutuhan finansial.
 
Lakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan anggaran dan tujuan keuangan masih sesuai dengan kondisi terkini.
 
15. Jangan ragu mencari bantuan
 
Mengelola keuangan tidak selalu harus dilakukan seorang diri. Ketika menghadapi persoalan finansial yang sulit, mencari informasi atau meminta bantuan dari sumber yang terpercaya dapat menjadi pilihan.
 
Terus belajar mengenai keuangan juga dapat membantu seseorang membuat keputusan yang lebih baik sesuai dengan kondisi dan tujuan masing-masing.

Konsisten Jadi Kunci

Mengatur keuangan bukan proses yang selesai dalam satu atau dua hari. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat memberikan dampak dalam jangka panjang.
 
Mulailah dari langkah yang paling sesuai dengan kondisi saat ini, seperti mencatat pengeluaran atau menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan. Setelah terbiasa, langkah lainnya dapat dilakukan secara bertahap.
 
Dengan perencanaan dan evaluasi yang rutin, pengelolaan keuangan dapat menjadi kebiasaan yang membantu seseorang mencapai tujuan finansial sekaligus menghadapi kebutuhan di masa depan.
 
(​Ellen Octovia Suherman)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan