Ilustrasi. Foto: MI
Ilustrasi. Foto: MI

IHSG Masih Bearish, Ini 3 Katalis Pasar dan Level Penting Pekan Ini

Annisa ayu artanti • 27 Oktober 2026 09:52
Ringkasnya gini..
  • IHSG dibuka turun 0,28% ke level 5.357,97, sementara indeks LQ45 melemah 0,10% pada perdagangan Selasa.
  • IHSG masih bearish, tetapi berpeluang rebound jika bertahan di area support 5.326–5.246 dan kembali menguji resistance 5.455–5.545.
  • Tiga katalis pasar pekan ini meliputi laporan keuangan kuartal III, kebijakan BEI terkait saham HSC, dan keputusan suku bunga The Fed.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Selasa. 

IHSG dibuka melemah 15,13 poin atau 0,28 persen ke posisi 5.357,97. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turun 2,16 poin atau 0,10% ke level 540,68.

Investor perlu mencermati level support indeks serta sejumlah katalis pekan ini, mulai dari laporan keuangan emiten kuartal III 2026 hingga keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve atau The Fed.

Pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, IHSG ditutup turun 1,22 persen ke level 5.373,09. Pelemahan tersebut terjadi setelah indeks mencatatkan rebound kuat pada pekan sebelumnya dan sempat kembali menguji level psikologis 5.400.

Tekanan pasar juga datang dari nilai tukar rupiah yang bergerak di kisaran Rp18.100 per dolar AS. 

Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasar keuangan domestik dan berpotensi membatasi minat investor terhadap aset berisiko.
   

3 Katalis Pasar Pekan Ini


Memasuki pekan ini, Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan pasar akan mencermati tiga katalis utama. 

Pertama, rilis laporan keuangan kuartal III 2026 yang berpotensi memicu pergerakan sektoral dan seleksi saham berdasarkan kinerja fundamental. 

Kedua, kebijakan BEI yang akan mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan transparansi indeks di tengah konsultasi MSCI terkait status pasar Indonesia. 

Ketiga, keputusan The Fed pada 29 Oktober. Berdasarkan kalender ekonomi yang dipantau, konsensus memperkirakan suku bunga ditahan di level 3,75-4,00 persen.

Secara teknikal, tim riset mengatakan, IHSG belum mampu menembus resistance terdekat di 5.455 dan berpotensi bergerak konsolidatif dengan peluang technical rebound selama bertahan di atas support 5.326–5.246. 

"Tren masih bearish karena indeks berada di bawah MA20 (5.774) dan MA200 (6.933), sementara MACD masih negatif dengan garis MACD di bawah signal line. Jika support mampu dipertahankan, IHSG berpeluang rebound untuk kembali menguji resistance 5.455–5.545," jelas tim riset.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan