Jakarta: Penghasilan besar belum tentu membuat seseorang cepat kaya. Cara menggunakan waktu, mengambil keputusan, menjalankan pekerjaan, hingga mengelola uang juga dapat menentukan seberapa besar peluang seseorang membangun kekayaan dalam jangka panjang.
Pengusaha dan influencer asal Amerika Serikat, Codie Sanchez, menyoroti sejumlah kebiasaan yang menurutnya sering dilakukan masyarakat kelas menengah dan berpotensi menghambat perkembangan finansial.
Sanchez merupakan pendiri Contrarian Thinking, platform yang banyak membahas bisnis, investasi, dan keuangan pribadi. Dalam salah satu pembahasannya, ia mengidentifikasi sembilan kebiasaan yang perlu dievaluasi oleh orang yang ingin meningkatkan kondisi finansialnya.
Berikut sejumlah kebiasaan tersebut:
1. Sulit berkata "tidak"
Terlalu mudah menyetujui permintaan atau ajakan orang lain dapat membuat waktu habis untuk berbagai aktivitas yang sebenarnya tidak penting.
Menurut Sanchez, seseorang perlu menentukan prioritas dan berani menolak hal-hal yang tidak sejalan dengan tujuan utamanya. Kemampuan mengatakan "tidak" dapat membantu seseorang menjaga fokus terhadap pekerjaan atau target yang ingin dicapai.
2. Terlalu memikirkan pendapat orang lain
Keinginan untuk selalu disukai dapat membuat seseorang enggan mengambil keputusan yang sebenarnya diperlukan.
Dalam pekerjaan maupun bisnis, tidak semua keputusan akan mendapatkan persetujuan orang lain. Karena itu, kemampuan mempertahankan prinsip, standar, dan tujuan menjadi penting ketika seseorang ingin berkembang.
3. Membiarkan waktu dikendalikan gangguan
Pesan masuk, notifikasi aplikasi, media sosial, hingga panggilan telepon dapat mengganggu konsentrasi tanpa disadari.
Jika terus dibiarkan, waktu yang seharusnya digunakan untuk pekerjaan penting justru habis untuk merespons berbagai gangguan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menonaktifkan notifikasi yang tidak diperlukan dan menyediakan waktu khusus untuk mengecek pesan.
4. Merasa harus mengerjakan semuanya sendiri
Mengerjakan seluruh pekerjaan sendiri mungkin terlihat lebih efisien pada awalnya. Namun, kebiasaan tersebut dapat menjadi hambatan ketika tanggung jawab dan skala pekerjaan semakin besar.
Dalam bisnis, misalnya, delegasi dapat membantu pemilik usaha mengurangi pekerjaan teknis dan mengalokasikan lebih banyak waktu untuk strategi, pengembangan bisnis, serta pengambilan keputusan.
5. Menganggap omzet sebagai keuntungan
Besarnya uang yang masuk ke bisnis tidak otomatis menunjukkan besarnya keuntungan.
Omzet masih harus dikurangi berbagai biaya seperti operasional, gaji, bahan baku, pemasaran, pajak, dan pengeluaran lainnya. Karena itu, pemilik usaha perlu melihat laba bersih untuk mengetahui kondisi bisnis secara lebih realistis.
Kesalahan membedakan omzet dengan keuntungan dapat membuat seseorang merasa kondisi keuangannya lebih baik daripada keadaan sebenarnya.
6. Menganggap istirahat sebagai pemborosan waktu
Bekerja tanpa jeda bukan berarti produktivitas akan terus meningkat. Kelelahan justru dapat memengaruhi konsentrasi, kreativitas, dan kualitas pengambilan keputusan.
Sanchez menilai seseorang tetap perlu menyediakan waktu untuk beristirahat dan menjauh sementara dari pekerjaan. Olahraga, meditasi, atau aktivitas lain yang membantu memulihkan kondisi fisik dan mental dapat menjadi bagian dari rutinitas tersebut.
7. Terlalu sering meragukan kemampuan sendiri
Keraguan terhadap diri sendiri dapat membuat seseorang terlalu lama mempertimbangkan sebuah keputusan atau bahkan mengurungkan langkah yang sebenarnya bisa menjadi peluang.
Menurut Sanchez, memiliki tujuan yang jelas dapat membantu seseorang tetap fokus ketika menghadapi kritik maupun keraguan dari lingkungan sekitar.
Bukan berarti semua keputusan harus diambil tanpa evaluasi. Namun, terlalu banyak meragukan diri sendiri juga dapat membuat seseorang kehilangan momentum.
8. Tidak konsisten menjalankan disiplin
Kesuksesan finansial tidak hanya berkaitan dengan keputusan besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten juga berperan dalam membentuk hasil jangka panjang.
Mulai dari menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, mengatur jadwal, menjaga komitmen, hingga menyelesaikan persoalan kecil dapat melatih disiplin yang dibutuhkan ketika seseorang menghadapi tanggung jawab yang lebih besar.
9. Terbiasa memulai hari terlalu siang
Sanchez juga menyoroti kebiasaan bangun terlalu siang. Menurutnya, memulai aktivitas lebih awal dapat memberikan ruang tambahan untuk mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Ia sendiri mengaku terbiasa memulai aktivitas sejak pagi. Kondisi yang lebih tenang pada awal hari dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum berbagai aktivitas dan gangguan mulai berdatangan.
Meski demikian, kebiasaan bangun pagi bukan ukuran tunggal kesuksesan. Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang mengatur waktu secara efektif dan memastikan kebutuhan tidur tetap terpenuhi.
Berbagai kebiasaan yang disoroti Sanchez pada dasarnya berkaitan dengan cara seseorang mengelola waktu, pekerjaan, dan dirinya sendiri. Namun, kebiasaan tersebut tidak dapat dijadikan ukuran tunggal untuk menentukan apakah seseorang akan menjadi kaya atau tidak.
Kondisi finansial juga dipengaruhi oleh besarnya pendapatan, tingkat pengeluaran, kemampuan menabung dan berinvestasi, utang, kepemilikan aset, kondisi ekonomi, serta kesempatan yang tersedia bagi setiap individu.
Karena itu, sembilan kebiasaan tersebut lebih tepat dijadikan bahan evaluasi. Dengan mengenali aktivitas yang menghabiskan waktu atau menghambat produktivitas, seseorang dapat mulai mengubah rutinitas yang kurang efektif dan mengarahkannya pada tujuan finansial yang lebih jelas.