Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Pacu Ekonomi Berkelanjutan, OJK Bangun Sistem Perbankan Berintegritas

Media Indonesia • 07 September 2022 09:12
Jakarta: Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menyatakan akan terus membangun sistem perbankan yang berintegritas sebagai fundamental dalam menciptakan stabilitas perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
 
Menurut Dian, pembangunan yang dilakukan OJK ialah melalui sistem pengawasan yang responsif terhadap tantangan dan perubahan ekosistem keuangan global akan terus dikembangkan, pengawasan terhadap individual bank dengan mengedepankan early warning system menjadi penekanan ke depan, serta perlindungan terhadap nasabah yang merupakan prioritas dengan tetap memastikan kepastian hukum bagi perbankan dan masyarakat.
 
Untuk mencapai tujuan tersebut, OJK melihat kembali business process dalam regulasi, perizinan, dan pengawasan. OJK juga akan memberikan ruang yang cukup kepada perbankan untuk melakukan inovasi dan penyesuaian (adjustment) dalam menghadapi ekosistem yang berubah dari waktu ke waktu dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"OJK akan melakukan intervensi apabila diperlukan (creative intervention) untuk memastikan penerapan Governance Risk Compliance (GRC), integritas, dan tingkat kesehatan bank," ujar Dian Ediana Rae dalam konferensi pers, dikutip Rabu, 7 September 2022.
 
Baca juga: OJK Sebut Perbankan Perlu Insentif agar HKI Jadi Jaminan Utang

 
Sementara itu, Dian melanjutkan, terdapat isu-isu terkini yang memerlukan perhatian OJK dan industri perbankan serta membutuhkan respons segera, antara lain pengembangan digitalisasi perbankan, UMKM, kelanjutan kebijakan restrukturisasi kredit yang targeted, penerbitan arahan untuk stimulus kredit bagi debitur terdampak Penyakit Mulut dan Kuku, serta mendorong bank dalam penerapan keuangan berkelanjutan.
 
"OJK juga meminta perbankan untuk tidak berpuas diri (complacent) dengan pencapaian kinerja yang baik, namun harus terus waspada mengamati risiko-risiko yang terkait dengan serangan siber, kejahatan ekonomi yang semakin canggih, risiko perubahan iklim (climate related risk), perkembangan digitalisasi, geopolitical tension, dan ketidakpastian global," tuturnya.
 
Terkait pemenuhan modal inti minimum, OJK akan terus meminta komitmen dari pemegang saham bank untuk melakukan penambahan modal serta mendorong aksi korporasi yang dibutuhkan dalam melakukan konsolidasi perbankan.
 
Lebih lanjut, mengenai arah kebijakan stimulus covid-19 yang memberikan restrukturisasi kredit pada debitur yang terkena dampak, OJK tengah mempertimbangkan efektivitas kelanjutan kebijakan tersebut sehubungan dengan tingkat pemulihan kinerja debitur yang berbeda di setiap sektor, segmen dan wilayah.
 
"Ke depannya, arah stimulus OJK diharapkan akan lebih targeted kepada sektor, segmen, maupun wilayah yang dianggap masih membutuhkan," ujarnya.
(FICKY RAMADHAN)

 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif