IHSG. Foto: MI.
IHSG. Foto: MI.

IHSG Langsung Melonjak Pada Perdagangan Pagi

Arif Wicaksono • 22 Juni 2026 09:22
Ringkasnya gini..
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin pagi, 22 Juni 2026, naik 21,23 poin atau 0,34% ke level 6.198,37.
  • Sementara itu pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu Indeks Nasdaq memimpin penguatan dengan lonjakan 1,91% ke level 26.517,93, disusul S&P 500 yang naik 1,08% menjadi 7.500,58.
Jakarta: Pergerakan pasar saham Asia pada perdagangan pagi menunjukkan arah yang beragam. Kenaikan pasar saham Asia mengerak laju bursa saham indonesia serta beberapa indeks utama seperti Jepang dan Korea Selatan, sementara beberapa bursa lain masih berada di zona merah.
 
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin pagi, 22 Juni 2026, naik 21,23 poin atau 0,34% ke level 6.198,37. Kenaikan ini terjadi di tengah pergerakan bursa regional yang masih belum seragam.
 
Baca juga:  IHSG Dibuka Melemah, Investor Wait and See Hasil MSCI dan Arah Rupiah

Indeks Nikkei 225 Jepang mencatat penguatan paling besar di kawasan dengan kenaikan 1.623,94 poin atau 2,28% ke level 72.874,00. Penguatan ini menunjukkan sentimen positif yang cukup kuat di pasar Jepang pada awal sesi perdagangan.
 
Di posisi berikutnya, KOSPI Korea Selatan turut bergerak positif dengan kenaikan 132,03 poin (+1,46%) ke level 9.184,45.Indeks VNI Vietnam ikut mencatat penguatan tipis sebesar 0,24%, sedangkan SPDR Straits Times Singapura naik 0,11%.

Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada beberapa pasar Asia. Shanghai Composite China turun 8,41 poin ke level 4.082,07. Bursa Malaysia (KLCI) melemah 0,14%, sementara Thailand (SET) terkoreksi 0,79%.
 
Tekanan terbesar pada data ini terlihat di PSEi Composite Filipina yang turun 1,58%, disusul Hang Seng Hong Kong yang terkoreksi 1,61% ke level 23.538,50.

Sentimen Global

Sementara itu pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu Indeks Nasdaq memimpin penguatan dengan lonjakan 1,91% ke level 26.517,93, disusul S&P 500 yang naik 1,08% menjadi 7.500,58. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average hanya menguat tipis 0,14%.
 
Penguatan saham-saham teknologi menjadi pendorong utama kenaikan bursa Amerika Serikat. Namun demikian, indeks volatilitas atau VIX juga naik 2,32% ke level 16,78 yang menunjukkan pelaku pasar masih mewaspadai berbagai risiko global.
 
Berbeda dengan Wall Street, mayoritas bursa Eropa justru ditutup di zona merah. Indeks DAX Jerman turun 0,16%, FTSE Inggris melemah 0,35%, sedangkan CAC Prancis terkoreksi 0,55%. Pelemahan ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa.
 
Di kawasan Asia, pergerakan pasar juga berlangsung mixed. Indeks Nikkei Jepang naik 0,28%, sementara Shanghai Composite turun 0,43%. Tekanan lebih besar terjadi di Hong Kong dengan Hang Seng Index yang merosot 1,59%, sedangkan KOSPI Korea Selatan melemah tipis 0,13%.
 
Sementara itu, pasar komoditas bergerak relatif stabil. Harga minyak mentah Brent naik 0,65% ke level USD80,05 per barel, sedangkan minyak WTI bertahan di kisaran USD76,54 per barel. Di sisi lain, harga gas alam turun 1,11%.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan