Bank Muamalat. Foto: Istimewa.
Bank Muamalat. Foto: Istimewa.

Bank Muamalat Catat Pembiayaan SME Rp3,2 Triliun hingga Juni 2026

Arif Wicaksono • 01 September 2026 18:44

Jakarta: PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus memperbesar porsi pembiayaan untuk segmen usaha small medium enterprise (SME). Hingga Juni 2026, total outstanding pembiayaan SME perseroan telah mencapai Rp3,2 triliun.

Nilai tersebut tumbuh 21% secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025. Capaian ini sekaligus menunjukkan semakin besarnya perhatian Bank Muamalat terhadap sektor usaha produktif.

Baca juga:  Laba Sebelum Pajak Bank Muamalat Tumbuh 47,5% YoY pada 2025
 

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan segmen SME memiliki prospek yang cukup besar sehingga perseroan berupaya membangun ekosistem yang dapat mendukung perkembangan pelaku usaha.

Menurut dia, penguatan tersebut tidak hanya dilakukan melalui penyaluran pembiayaan, tetapi juga dengan memanfaatkan teknologi digital serta memberikan pendampingan kepada nasabah.

“Bank Muamalat terus memperluas jangkauan pembiayaan SME ke nasabah. Salah satunya melakukan transformasi digital untuk kecepatan transaksi dan proses pembiayaan,” kata Ricky.

Perluas Akses Lewat Digitalisasi

Transformasi digital menjadi salah satu strategi Bank Muamalat untuk menjangkau lebih banyak calon nasabah. Langkah ini dinilai penting, terutama bagi pelaku usaha di daerah yang belum memiliki akses langsung ke layanan kantor cabang.

Dengan proses transaksi dan pembiayaan yang semakin cepat serta mudah diakses, Bank Muamalat berharap sektor SME dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami berharap dengan akses pembiayaan yang semakin luas dan cepat, sektor SME dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional,” ujar Ricky.

Di sisi lain, perseroan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan. Bank Muamalat berupaya menjaga kesehatan portofolio dengan menyesuaikan penyaluran pembiayaan terhadap risk appetite yang telah ditetapkan.

Untuk segmen SME, pembiayaan diarahkan terutama kepada sektor-sektor produktif. Beberapa sektor yang menjadi fokus perseroan antara lain pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.

Target Tumbuh 30 Persen

Bank Muamalat juga memasang target pertumbuhan pembiayaan SME yang cukup agresif pada 2026. Perseroan membidik pertumbuhan sekitar 30% dibandingkan realisasi pada 2025.

Ricky optimistis target tersebut dapat dicapai melalui sejumlah strategi, termasuk dengan memperkuat penetrasi pada ekosistem pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.

Selain memperluas target pasar, Bank Muamalat akan mengoptimalkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan memanfaatkan jaringan yang telah dimiliki.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan berbagai inovasi baru sekaligus membantu meningkatkan produktivitas pelaku usaha.

Penguatan pembiayaan SME menjadi bagian dari komitmen Bank Muamalat untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas. Sektor tersebut dinilai memiliki peran penting karena mampu menopang perekonomian sekaligus relatif adaptif ketika menghadapi berbagai tekanan dan gejolak ekonomi.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan