Ajaib Raih Pendanaan Rp4,8 Triliun dari Investor Jepang. Foto: Istimewa.
Ajaib Raih Pendanaan Rp4,8 Triliun dari Investor Jepang. Foto: Istimewa.

Ajaib Dapat Suntikan Rp4,8 Triliun dari Investor Jepang, Dananya Buat Apa?

Arif Wicaksono • 31 Agustus 2026 18:22
Ringkasnya gini..
  • Ajaib Group mendapat suntikan dana jumbo sebesar Rp4,8 triliun atau sekitar US$270 juta dari SBI Holdings, perusahaan jasa keuangan asal Jepang yang tercatat di Bursa Efek Tokyo.
  • Komisaris Utama Ajaib Group, Andi Gani Nena Wea, memastikan sebagian besar dana investasi tersebut akan tetap digunakan untuk mengembangkan bisnis Ajaib di Indonesia.
Jakarta: Ajaib Group mendapat suntikan dana jumbo sebesar Rp4,8 triliun atau sekitar US$270 juta dari SBI Holdings, perusahaan jasa keuangan asal Jepang yang tercatat di Bursa Efek Tokyo.

Lantas, dana sebesar itu bakal dipakai untuk apa?

Komisaris Utama Ajaib Group, Andi Gani Nena Wea, memastikan sebagian besar dana investasi tersebut akan tetap digunakan untuk mengembangkan bisnis Ajaib di Indonesia.

“Artinya ekspansi Ajaib sangat luar biasa, tetapi saya pastikan penggunaan dana yang masuk ini 90% akan ada di Indonesia,” kata Andi Gani dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, dana tersebut akan diarahkan untuk memperkuat sejumlah aspek bisnis, mulai dari edukasi finansial, pengembangan produk, hingga pengembangan talenta di dalam negeri.

Dengan kata lain, suntikan modal dari investor Jepang tersebut tidak hanya digunakan untuk memperbesar skala bisnis Ajaib, tetapi juga untuk membangun ekosistem investasi dan sumber daya manusia di Indonesia.

Andi Gani menilai Indonesia memiliki talenta yang kuat di sektor finansial. Hal itu tercermin dari komposisi karyawan Ajaib Group yang mayoritas merupakan warga negara Indonesia.

“Karyawan kami di Ajaib Group mungkin ekspart hanya 5%, 95% sisanya putra-putri Indonesia,” ujarnya.

Menurut dia, komposisi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa sumber daya manusia Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing di industri finansial dan teknologi.

“Ini menunjukkan SDM kita sangat-sangat luar biasa di bidang finansial,” kata Andi Gani.

Masuknya dana Rp4,8 triliun tersebut sekaligus menjadi salah satu pendanaan terbesar bagi perusahaan teknologi Indonesia dalam lebih dari empat tahun terakhir.

Bagi Ajaib, investasi ini datang ketika ekosistem startup Indonesia justru sedang menghadapi periode yang cukup menantang. Pendanaan yang dihimpun startup Indonesia secara keseluruhan turun dari US$9,44 miliar pada 2021 menjadi sekitar US$340 juta sepanjang 2025.

Besarnya nilai investasi Ajaib membuat transaksi tersebut menjadi sorotan. Nilainya bahkan setara dengan sekitar 80% dari total pendanaan yang diterima industri startup Indonesia sepanjang 2025.

Dengan investasi terbaru ini, total modal yang telah dihimpun Ajaib sejak berdiri telah menembus lebih dari US$500 juta.

Ajaib saat ini memiliki lebih dari 6 juta pengguna yang berinvestasi melalui platformnya. Mayoritas pengguna tersebut merupakan investor ritel.

Di tingkat nasional, tren investasi ritel juga terus berkembang. Hingga 7 Agustus 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 30,30 juta, setelah bertambah sekitar 9,9 juta investor sepanjang delapan bulan pertama tahun ini.

Jumlah investor saham sendiri telah menembus lebih dari 10 juta orang. Sekitar 99,8% di antaranya merupakan investor ritel dan 99,84% berasal dari dalam negeri.

Basis investor juga semakin muda. Lebih dari separuh investor saham individu di Indonesia berusia di bawah 30 tahun.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Ajaib untuk memperluas edukasi dan akses investasi, terutama bagi masyarakat yang baru mulai mengenal pasar modal.

Akses melalui smartphone membuat proses investasi semakin praktis. Investor baru bisa membuka rekening dan mulai berinvestasi dengan nominal relatif kecil tanpa harus datang secara langsung ke kantor sekuritas.

Pertumbuhan investor juga tidak hanya terjadi di kota-kota besar. Ajaib menyebut semakin banyak pengguna berasal dari kota lapis kedua dan ketiga di Indonesia.

Co-Founder dan CEO Ajaib Group, Anderson Sumarli, mengatakan perjalanan Ajaib dalam beberapa tahun terakhir dibangun dengan prinsip yang juga terus disampaikan kepada nasabah, yakni sabar, belajar, dan konsisten.

“Empat tahun terakhir kami menyampaikan satu pesan yang sama kepada nasabah: sabar, belajar, konsisten,” kata Anderson.

Menurut Anderson, prinsip tersebut juga diterapkan Ajaib dalam menjalankan bisnis, termasuk ketika menghadapi berbagai kondisi pasar dan tantangan industri teknologi finansial.

Sinyal Positif 

Sementara itu, Andi Gani berharap investasi dari SBI Holdings tidak berhenti sebagai suntikan modal untuk Ajaib. Ia berharap transaksi tersebut bisa menjadi sinyal positif bagi investor global lainnya untuk melihat peluang di Indonesia.

“Kami berharap investasi ini menjadi awal dari semakin banyaknya investasi global yang masuk ke Indonesia. Keberhasilan Ajaib adalah bagian dari keberhasilan investasi Indonesia,” katanya.

Dengan sekitar 90% dana investasi diarahkan untuk aktivitas di Indonesia, Ajaib ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk memperbesar bisnis sekaligus memperkuat edukasi finansial, pengembangan produk, dan talenta lokal.

Di tengah jumlah investor saham Indonesia yang baru mencapai sekitar 10 juta orang dibandingkan dengan lebih dari 100 juta pekerja, ruang pertumbuhan pasar investasi domestik masih sangat besar.

Suntikan Rp4,8 triliun dari investor Jepang pun bukan sekadar soal angka jumbo. Bagi Ajaib, dana tersebut menjadi modal untuk mengejar peluang yang lebih besar: membuat semakin banyak masyarakat Indonesia mengenal, memahami, dan akhirnya ikut berinvestasi di pasar keuangan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan