Ilustrasi. Foto: MI/Adam Dwi
Ilustrasi. Foto: MI/Adam Dwi

IHSG Tertekan Pagi Ini, Harga Minyak Dunia dan Geopolitik Jadi Sorotan

Annisa ayu artanti • 24 Juli 2026 10:59
Ringkasnya gini..
  • IHSG turun 1,42% ke level 6.225,49 pada awal perdagangan Jumat.
  • Sebanyak 499 saham melemah, sementara hanya 110 saham yang menguat.
  • Sentimen geopolitik dan harga minyak dunia masih membayangi pasar.
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada awal perdagangan Jumat, 24 Juli 2026. Tekanan jual yang muncul sejak pembukaan membuat indeks langsung kehilangan lebih dari 1 persen dan mendekati area support psikologis di level 6.200.
 
Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka di level 6.266,975. Hingga pukul 09.17 WIB, indeks terkoreksi 89,819 poin atau 1,42 persen ke posisi 6.225,491.

Mayoritas Saham Bergerak di Zona Merah

Tekanan terhadap IHSG terlihat dari dominasi saham yang mengalami penurunan harga. Hingga pukul 09.17 WIB, sebanyak 499 saham tercatat melemah, sementara 110 saham menguat dan 101 saham bergerak stagnan.
 
Nilai transaksi di pasar reguler juga cukup tinggi pada awal perdagangan. Total transaksi mencapai Rp3,390 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 8,008 miliar saham.
 
Baca juga: IHSG Pagi Ini Hijau, Investor Pantau Konflik Timur Tengah dan Data Ekonomi

Sentimen Global Masih Membayangi Pergerakan IHSG

Sebelumnya pada penutupan perdagangan Kamis, 23 Juli 2026, IHSG ditutup melemah 0,30 persen ke level 6.315,31 setelah sempat menguat hingga mendekati area 6.454 di tengah perdagangan. 

Pelemahan dipicu aksi profit taking dan meningkatnya kehati-hatian investor di tengah lonjakan harga minyak dunia. 
 
Investor asing kembali mencatatkan net foreign sell sebesar Rp1,2 triliun, meski optimisme terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih menjadi penopang pasar.
 
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, pasar hari ini akan mencermati meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah setelah kelompok Houthi menyerang kapal tanker Saudi di Laut Merah, sementara AS dan Iran masih menutup peluang negosiasi. 
 
"Kondisi tersebut mendorong harga Brent melonjak lebih dari 6 persen mendekati USD100 per barel, meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global dan tekanan inflasi," jelas tim riset.
 
Di sisi domestik, perhatian investor mulai beralih pada musim rilis kinerja keuangan emiten semester I 2026, yang diperkirakan menjadi katalis pergerakan saham dalam jangka pendek.
 
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support 6.200 dan resistance 6.400. 
 
"Selama bertahan di atas area support, peluang melanjutkan tren penguatan masih terbuka, meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi seiring meningkatnya risiko geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia," tuturnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan