Berdasarkan pantauan data pasar finansial terkini, sebagian besar mata uang asing kompak merangkak naik memukul balik mata uang Garuda.
| Baca juga: Rupiah Kembali Perkasa ke Rp17.621,2/USD |
Tekanan paling terasa datang dari Dolar Amerika Serikat (USD). "Greenback" makin perkasa setelah melesat 0,37% atau naik 64,5 poin, melambungkan posisinya hingga menyentuh level Rp17.640,4 pada perdagangan Senin 7 September 2025 pagi.
Uniknya, perkasanya Dolar AS terhadap mata uang Rupiah terjadi di saat Indeks Dolar AS (DXY) secara global sebenarnya sedang melandai tipis 0,02% ke level 99,113. Di sisi lain, komoditas emas dunia (XAU/USD) ikut terseret arus koreksi setelah melemah 0,45% ke level US$4.410,56 per troy ons.
Namun tak cuma Dolar AS, Won Korea Selatan (KRW) juga tampil agresif memimpin penguatan terhadap mata uang rupiah dengan melonjak 0,54% ke level Rp13,17.
Mata uang kawasan Asia lainnya pun ikut meramaikan tren positif ini. Yen Jepang (JPY) terkerek naik 0,17% ke level Rp113,03, disusul Yuan China (CNY) yang menguat tipis ke Rp2.628,54
Sementara itu, Dolar Singapura (SGD) dan Baht Thailand (THB) turut merayap naik meski relatif tipis, masing-masing berada di posisi Rp13.923,40 dan Rp535,82.
Sementara itu nasib berbeda dialami Ringgit Malaysia (MYR) sebagai satu-satunya mata uang di Asia Tenggara yang justru terkoreksi tipis ke level Rp4.359,58.
Di tengah kepungan mata uang Asia dan AS, hanya Euro (EUR) yang terpantau adem ayem bergerak stagnan di kisaran Rp20.508,0.