Bagi ibu rumah tangga, membuat strategi sederhana sebelum berbelanja bisa membantu kebutuhan keluarga tetap terpenuhi tanpa membuat pengeluaran membengkak. Mulai dari memeriksa isi rumah hingga menentukan anggaran, kebiasaan kecil ini bisa membuat belanja lebih terkontrol.
Dilansir dari laman Pegadaian pada Rabu, 30 September 2026, berikut lima tips yang dapat diikuti ibu rumah tangga untuk menghemat pengeluaran saat berbelanja.
1. Audit Kebutuhan Rumah Tangga
Sebelum membuat daftar belanja, cek kembali stok barang yang masih tersedia di rumah. Perhatikan juga masa kadaluwarsa, terutama untuk makanan dan produk yang jarang digunakan.
Dengan begitu, tidak perlu membeli barang yang masih menumpuk di rumah dan bisa mengurangi risiko produk terbuang karena kehabisan.
2. Rencanakan Menu Makanan
Coba susun menu makanan untuk satu minggu sebelum membuat daftar belanja. Setelah itu, catat bahan yang dibutuhkan sesuai menu tersebut.
Cara ini membuat proses belanja lebih praktis karena hanya akan membeli bahan yang memang akan digunakan. Pengeluaran pun bisa lebih terkontrol dan pemborosan makanan dapat diminimalkan.
3. Membuat Anggaran Sesuai Prioritas
Tentukan anggaran belanja berdasarkan pendapatan, jumlah anggota keluarga, serta kebutuhan rutin sehari-hari. Pisahkan kebutuhan utama seperti bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga dari barang yang sifatnya hanya keinginan.
4. Manfaatkan Promo dan Diskon
Promo memang bisa membantu menghemat pengeluaran, tapi jangan sampai diskon justru membuat belanja semakin banyak.
Pastikan barang yang dibeli memang sudah masuk dalam daftar kebutuhan. Hindari membeli produk hanya karena harganya sedang murah jika barang tersebut sebenarnya belum dibutuhkan.
5. Hindari Belanja Saat Lapar
Berbelanja dalam kondisi lapar bisa membuat seseorang lebih mudah beradaptasi membeli makanan atau produk tambahan. Akibatnya, jumlah barang yang masuk ke keranjang bisa lebih banyak dari rencana.
Usahakan makan terlebih dahulu sebelum berbelanja dan tetap berpatokan pada daftar yang sudah dibuat, agar pengeluaran tidak ikut membesar hanya karena membayangkan melihat makanan atau promo di toko. (Wisa Irena Br Sitepu)