Permata Bank Wealth Wisdom 2026. (Dok. Metro TV)
Permata Bank Wealth Wisdom 2026. (Dok. Metro TV)

Wealth Wisdom 2026: Permata Bank Ungkap Strategi Investasi di Tengah Gejolak Global

Annisa ayu artanti • 30 Oktober 2026 16:31
Ringkasnya gini..
  • Chief Economist Permata Bank mengingatkan investor menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing.
  • Deposito dan reksa dana pendapatan tetap menjadi instrumen yang disarankan untuk dipertimbangkan di tengah gejolak global.
  • Wealth Wisdom 2026 mengangkat enam pilar pengelolaan kekayaan, termasuk kesehatan, relasi, tujuan, dan keseimbangan hidup.
Jakarta: Ketidakpastian ekonomi global membuat investor perlu lebih cermat dalam mengelola aset. Tidak semua instrumen investasi cocok untuk setiap orang. Karena itu, strategi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan kondisi keuangan masing-masing, termasuk memastikan dana darurat tetap tersedia.

Dalam Wealth Wisdom 2026, yang kembali digelar Permata Bank mengusung tema Finding Balance, Building Resilience dengan semangat Growing Together Through Changes, Wealth Wisdom 2026.

Acara tahunan yang berlangsung di sejumlah kota, termasuk Semarang, Makassar, Bali, Medan, Bandung, dan Surabaya, Jakarta menyoroti soal pengelolaan kekayaan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan aset, tetapi juga keseimbangan hidup dan keberlanjutan lintas generasi. 

Pembahasan tersebut dirangkum dalam enam pilar, yakni Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments. 

Direktur Consumer and Branch Banking Permata Bank, Eddie Sajoga, mengatakan pendampingan kepada nasabah dilakukan melalui produk dan layanan keuangan, termasuk dukungan relationship manager (RM) dalam menentukan pilihan investasi. 

"Permata Bank sudah menyediakan berbagai fasilitas dari sisi finansial, mengenai produk, services, tapi juga tentunya dengan RM sebagai assistant yang akan membantu nasabah memberikan pendampingan dalam hal nasabah memilih produk-produk investasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan nasabah," katanya dikutip pada Jumat, 30 Oktober 2026.
 

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede menekankan pentingnya menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing nasabah. 

Ia juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan instrumen pendapatan tetap dan memprioritaskan dana darurat. 

"Kita tidak bisa menyamakan strategi sama untuk semua nasabah, harus disesuaikan dengan risk profile masing-masing. Artinya dalam kondisi seperti ini sebaiknya dioptimalkan ke instrumen pendapatan tetap, seperti deposito atau reksa dana pendapatan tetap. Dan jangan lupa dana darurat tetap harus diprioritaskan dan dikelola dengan smart," ungkapnya. 

Melalui Wealth Wisdom 2026, Permata Bank berharap dapat mendorong nasabah mengelola kekayaan secara lebih menyeluruh, dengan memperhatikan pertumbuhan aset, keseimbangan hidup, dan ketahanan finansial jangka panjang.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan