(Opening Ceremony Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026)
(Opening Ceremony Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026)

Melonjak dari tahun sebelumnya, Pesona Wastra dan Kuliner Lokal Raih Omzet Rp177,2 Miliar di KKI 2026

Muhammad Syahrul Ramadhan • 27 Agustus 2026 08:00
Jakarta: Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 kembali digelar dengan menghadirkan produk UMKM unggulan. Acara ini berlangsung pada 20 hingga 23 Agustus 2026 di JICC, Senayan, Jakarta.
 
KKI 2026 yang mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, 
Tangguh, dan Berdaya Saing” ini menjadi panggung pelaku UMKM untuk unjuk gigi menampilkan produk unggulan mereka. Acara menghadirkan 260 booth dengan kehadiran lebih dari 550 UMKM secara offline dan 1.300 UMKM secara online.
 
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti menegaskan bahwa UMKM merupakan pilar ekonomi bangsa. Ia menyebutkan bahwa UMKM berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja.

“Di tengah ketidakpastian ekonomi dan tantangan geopolitik global kita perlu meningkatkan sinergi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional agar bisa tetap tumbuh dan mempunyai daya tahan yang kuat. Nah oleh karena itu UMKM yang merupakan pilar ekonomi bangsa kenapa? Karena terdapat 64 juta pelaku UMKM dan menyerap 97% dari tenaga kerja di Indonesia dan berkontribusi lebih dari 60% terhadap PDB nasional,” kata Destry dalam Opening Ceremony KKI 2026 di JICC pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Usung Tema #BeudayaMeusareSare


Destry menjelaskan bahwa KKI 2026 ini mengusung tema #BeudayaMeusareSare yang diambil dari bahasa Aceh yang memiliki arti sebagai berikut:
 
Beudaya berarti berdaya, bangkit, dan mandiri.
Meusare-sare berarti bersama-sama, bergotong-royong, dan bersatu padu.
 
Tema ini sejalan dengan komitmen Bank Indonesia untuk mendorong UMKM naik kelas berdaya saing global dan dalam mewujudkannya perlu kolaborasi. “Jadi dari temanya saja sudah mencerminkan bahwa mari kita berdaya bersama-sama untuk meningkatkan UMKM Indonesia yang sehat dan kuat dan mempunyai daya saing,” ungkapnya.
 
Untuk mewujudkan hal tersebut BI memperkuat melalui sinergi dengan 27 Kementerian dan 34 mitra strategis dalam membangun ekosistem UMKM yang terintegrasi melalui akses pembiayaan, digitalisasi, inovasi, serta perluasan akses pasar dan ekspor.
 
“Dalam pelaksanaan KKI ini kami bersinergi dengan 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis kami. Dan pameran secara fisik diikuti oleh kurang lebih 550 UMKM sedangkan pameran online juga tetap kami lakukan pada website KKI dan ini melibatkan lebih dari 1.300 UMKM dari seluruh Indonesia,” jelasnya.

Aceh Jadi Spotlight


Gelaran KKI kesebelas kali ini mengangkat Provinsi Aceh menjadi nuansa keseluruhan acara. Destry menjelaskan pemilihan Aceh ini untuk membangkitkan kembali UMKM dan perekonomian lokal pasca diterpa bencana banjir bandang.
 
“Aceh adalah salah satu daerah yang tertimpa musibah cukup besar dari bencana banjir bandang sehingga ini berpengaruh pada UMKM dan perekonomian setempat. Kami coba mengangkat kembali mental mereka, semangat mereka,” tegasnya.

KKI 2026 Jadi Panggung Kebangkitan UMKM Aceh 

KKI 2026 dimanfaatkan UMKM dari Aceh sebagai momentum kebangkitan pasca bencana banjir bandang beberapa waktu lalu. Salah satu UMKM yang menjadikan KKI 2026 menjadi panggung untuk menunjukkan mereka mulai bangkit adalah kelompok Tenun Bungong Jaroe.
 
Melonjak dari tahun sebelumnya, Pesona Wastra dan Kuliner Lokal Raih Omzet Rp177,2 Miliar di KKI 2026
(Kelompok Bungong Jaroe)
 
Bungong Jaroe merupakan kelompok pengrajin tenun dari Desa Peulalu, Aceh Timur yang mengemas wastra khas daerah menjadi produk estetis. Mereka berhasil mengembangkan produk mereka berkat binaan Bank Indonesia, mulai dari bantuan mesin hingga digital marketing.
 
“Di tahun 2020 kami dibina oleh Bank Indonesia dan diberikan bantuan berupa alat tenun. Kami juga mengikuti pelatihan-pelatihan yang diberikan BI, yaitu pelatihan onboarding, pemasaran digital, ikut pameran,” jelas Khairiah salah satu anggota Bungong Jaroe.
 
Ia mengungkapkan sebelum akhirnya bisa memajang karya mereka di KKI 2026, mereka sudah pernah mencoba mengikuti proses kurasi untuk KKI 2025. Namun, saat itu mereka belum lolos dan kesempatan berada di KKI 2026 akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengenalkan tenun khas Aceh Timur tersebut secara lebih luas.
 
Bungong Jaroe sendiri termasuk dalam warisan budaya yang tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).
 
“Alhamdulillah kami bisa memamerkan produk kain Tenun Bungong Jaroe, yang sebelum ini kami sangat ingin memamerkan produk Tenun Bungong Jaroe di KKI, supaya orang kenal kain Tenun Bungong Jaroe khas Aceh, Wastra Nusantara Budaya Aceh, bukan hanya dikenal di Aceh, tapi dikenal di Indonesia,” jelasnya

KKI 2026 Bukan Sekadar Showcase


Selain showcase produk unggulan dari UMKM di Indonesia, KKI 2026 menghadirkan sejumlah rangkaian acara yang melibatkan para pelaku UMKM. “Jadi kita tidak hanya sekedar pameran saja, KKI ini merupakan puncak selebrasi, kemudian merupakan ajang interaksi, jadi ada seminar, ada interaksinya, kemudian ada business matching-nya, kemudian ada pertemuan-pertemuan dengan investor, juga dengan agregator,” jelas Direktur Departemen Ekonomi keuangan Inklusif dan hijau Bank Indonesia, Agung Kurniawan di sela-sela acara KKI 2026.
 
Selama empat hari penuh, KKI 2026 dimeriahkan oleh 44 rangkaian kegiatan inspiratif dan partisipatif, antara lain:
 
Seminar Nasional dan Talkshow Tematik 
 
Mengupas isu-isu strategis mulai dari inovasi digital UMKM (PIDI Digdaya x Hackathon), pelindungan Kekayaan Intelektual (HAKI) bersama DJKI dan Kemenekraf, inklusi perempuan berbasis lensa gender bersama KemenPPPA dan WWB, hingga pengelolaan limbah (Sustainable Talk bersama Waste4Change dan Pandawara Group).
 
Cangkir Nusantara dan Championship CangkiR Barista
 
Menyuguhkan kompetisi Barista Pejuang Kopi Nusantara tingkat nasional, sesi cupping dan tasting kopi terbaik kurasi KPwDN, serta tea and chocolate experience.
 
Pagelaran Karya Kreatif Wastra
 
Peragaan busana ready-to-wear dari kain wastra tradisional karya desainer ternama tanah air (Sapto Djojokartiko, Peggy Hartanto, Dery Rizkianto, Auguste Soesastro, dan Danjyo Hiyoji).
 
Temu Bisnis (Business Matching) dan Sinergi PINISI
 
Fasilitasi pembiayaan perbankan (konvensional dan hijau) serta temu pembeli internasional (Buyer Mission) untuk perluasan pasar ekspor.
 
Panggung Kreasi dan Hiburan
 
Penampilan musisi dan grup musik kenamaan nasional seperti Bilal Indrajaya, pemain biola Mia Ismi, dan orkestra AVA Chamber.
 
Kebaruan dan Capaian KKI 2026
 
Rangkaian events meningkat dari tahun 2025 sebanyaki 33 menjadi 44 event. 
 
Impactful Outcome
 
Program berdampak langsung dan melibatkan UMKM secara masif
 
1) Championship Program
2) Aku Bisa Sejahtera
3) Peningkatan Jumlah UMKM
 
Enhancement Collaboration
 
Penguatan dan perluasan kolaborasi lintas pemangku kepentingan: 
 
1) PINISI; 
2) Perluasan Sinergi K/L
 
Value Chain Ecosystem Integrasi pelaku usaha dan antar Industri dari hulu hingga hilir: 
 
1) Penguatan Value Chain
2) Industri Pariwisata;
3) Kemitraan dan Ekspor
 
Youth Innovation Local Brand
 
Pengembangan merek lokal dan karya kreatif anak muda:
 
1) Youth Island
2) Regenerasi Pengrajin; 
3) Wirausaha; 
4)Pagelaran Karya Kreatif Muda.
 
Sustainable
 
Penerapan prinsip keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan:
 
1) KKI Bijak; 
2) Green Island
 
Sinergi dengan Kementerian/Lembaga, naik dari 24 menjadi 27 K/L di 2026, sedangkan dengan asosiasi & mitra industri, akademisi mencapai 34 mitra yang meliputi berbagai sektor. Mulai dari perbankan, UMKM, aggregator ekspor hingga akademisi.
 
Rangkaian Kegiatan di KPWDN
 
Ada 46 kegiatan yang juga digelar menyertai KKI 2026, dari road to hingga post event.
 
Peserta Pameran
 
Data terbaru menunjukkan total peserta KKI 2026 yang digelar secara offline dan online sebanyak 1.860. Dengan rincian peserta UMKM offline 560 dan 1.300 UMKM online.
 
Para peserta berasal dari binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri dan perwakilan dari Kementerian dan Lembaga.

Omzet KKI 2026 Meningkat  


Gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 mencatatkan performa penjualan yang sangat positif. Selama empat hari penyelenggaraan pada 20–23 Agustus 2026, total penjualan UMKM mencapai Rp177,21 miliar, lebih tinggi dibandingkan penjualan KKI 2025 sebesar Rp130,84 miliar. Capaian ini menunjukkan kuatnya antusiasme masyarakat terhadap produk UMKM Indonesia.
 
Peningkatan terutama ditopang penjualan secara offline yang mencapai Rp57,76 miliar atau melonjak 94% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan secara online mencapai Rp119,45 miliar atau meningkat 18% dibandingkan KKI 2025. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan KKI secara hybrid mampu semakin memperluas akses pasar UMKM melalui kanal offline maupun digital.
 
Capaian positif terjadi pada berbagai kategori produk UMKM. Pada pameran offline, penjualan didominasi wastra dan ready-to-wear sebesar Rp46,48 miliar (80% dari total penjualan offline), sementara secara online penjualan terbesar berasal dari kuliner Nusantara sebesar Rp54,27 miliar, serta wastra dan ready-to-wear sebesar Rp48,51 miliar, masing-masing 45% dan 40% dari total penjualan online.

Capaian Business Matching 2026


Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global, program Business Matching Ekspor tetap tampil tangguh dan stabil dengan meraih nilai transaksi sebesar Rp169,9 miliar melalui 151 kesepakatan yang melibatkan 192 UMKM, 31 buyer, serta 16 negara tujuan. Akses permodalan para pelaku usaha juga tumbuh kian pesat lewat Business Matching Pembiayaan yang sukses mencatatkan angka Rp285 miliar, meningkat sebesar 30,3%.
 
Untuk mendukung keberlanjutan capaian gemilang tersebut dan tetap melanjutkan semangat pengembangan UMKM, masyarakat tetap bisa melihat dan membeli produk-produk unggulan UMKM di website KKI setiap saat
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan