Jakarta: Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat pagi. Penguatan indeks dolar AS (DXY) di pasar global menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan mata uang Garuda.
Berdasarkan data pasar Investing hingga pukul 09.00 WIB, Jumat, 31 Juli 2026, indeks dolar AS (DXY) menguat 0,33 persen ke level 100,05. Sejalan dengan itu, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di level Rp18.064,10 per dolar AS atau melemah 0,17 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
| Baca juga: Rupiah Melemah Pagi Ini, Dolar AS Tembus Rp18.100 |
Di kawasan Asia, rupiah juga mengalami pelemahan terhadap sejumlah mata uang utama. Nilai tukar ringgit Malaysia terhadap rupiah naik 0,30 persen menjadi Rp4.426,76. Sementara yuan China menguat 0,22 persen ke level Rp2.677,19 dan baht Thailland naik tipis 0,06 persen menjadi Rp540,42.
Di sisi lain, mata uang rupiah masih mencatatkan penguatan terhadap beberapa mata uang regional. Rupiah menguat terhadap Dolar Singapura yang melemah 0,08 persen ke Rp14.071,45. Yen Jepang turun 0,60 persen menjadi Rp112,43, sedangkan won Korea Selatan terkoreksi 0,70 persen ke level Rp12,58.
Sementara itu, penguatan dolar AS turut menekan harga emas dunia. Harga emas spot (XAU/USD) turun 0,52 persen atau 21,43 poin ke level USD4.082,41 per troy ons.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda