Ketua Tim Project Management Office sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi . FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ketua Tim Project Management Office sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi . FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Pemerintah Belum Putuskan Nama Hasil Merger 3 Bank BUMN Syariah

Ekonomi Merger Bank Syariah
Antara • 14 Oktober 2020 08:46
Jakarta: Pemerintah belum memutuskan nama resmi hasil merger tiga bank BUMN syariah yang prosesnya baru saja dimulai melalui penandatanganan Conditional Merger Agreement atau CMA. Meski demikian, langkah merger ini diharapkan memberi efek positif terhadap laju bisnis perbankan syariah di Indonesia.
 
Ketua Tim Project Management Office sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi mengatakan pemerintah selaku pemegang saham masih memikirkan nama bank yang digadang-gadang akan menjadi bank syariah terbesar di Tanah Air itu.
 
"Kemungkinan besar pemegang saham nanti akan memikirkan suatu nama yang bisa memiliki value proposition yang ada di dunia internasional, tentunya ini juga namanya yang common di perbankan syariah. Tapi belum ada, sedang dipikirkan namanya," ujar Hery, dikutip dari Antara, Rabu, 14 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tiga bank Himpunan Bank Negara (Himbara) yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada Senin, 12 Oktober, melakukan penandatanganan CMA terkait dengan rencana penggabungan bank umum syariah bersama tiga bank syariah milik Himbara.
 
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN menggabungkan ketiga bank syariah Himbara agar Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia bisa memiliki bank syariah yang besar dan mampu membantu mengoptimalisasi potensi ekonomi dan keuangan syariah nasional, juga memperkuat ekosistem industri halal.
 
Hasil penggabungan memiliki potensi menjadi 10 bank syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya dan komitmen pemerintah menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar baru kekuatan ekonomi nasional yang secara jangka panjang mendorong Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia.
 
Merger ketiga bank BUMN syariah tersebut ditargetkan rampung pada Februari 2021. Bank tersebut nantinya akan memiliki total aset Rp220 triliun sampai Rp250 triliun serta diperkirakan akan menempati posisi nomor tujuh atau delapan Top-10 perbankan di Indonesia.
 
Selain itu, bank hasil merger tersebut pun akan miliki produk yang beragam mulai dari wholesale, konsumer, ritel, hingga UMKM serta didukung oleh kemampuan teknologi yang baik dan handal. Bank tersebut juga nantinya memiliki jaringan yang luas sekitar 1.200 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
 
Pada 2025, harapannya nanti total aset bank syariah hasil merger tersebut bisa mencapai Rp390 triliun, target pembiayaan yang mencapai sekitar Rp272 triliun, dan pendanaan hingga Rp335 triliun.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif