Berdasarkan data pantauan pasar valuta asing pada Kamis, 24 September 2026 sekitar pukul 09.13 WIB, tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah penguatan tipis Indeks Dolar AS (DXY). Indeks DXY tercatat naik 0,09 persen ke level 100,903. Penguatan dolar AS tersebut turut memberikan tekanan terhadap pergerakan rupiah.
Baca juga: Rupiah Tertekan Terhadap Mata Uang Paman Sam dan Regional Asia |
Pelemahan rupiah juga terlihat terhadap sejumlah mata uang utama dunia dan regional. Berdasarkan data perdagangan sekitar pukul 09.15–09.17 WIB, sebagian besar mata uang tercatat menguat terhadap rupiah.
Yen Jepang tercatat naik 0,65 poin atau 0,58 persen terhadap rupiah ke level Rp113,43 per yen. Dolar Singapura juga menguat 33,76 poin atau 0,24 persen menjadi Rp13.983,96. Sementara baht Thailand naik 1,163 poin atau 0,22 persen ke level Rp535,455.
Yuan China bergerak menguat 5,96 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp2.666,75. Sementara euro naik 43 poin atau 0,21 persen menjadi sekitar Rp20.308.
Ringgit Malaysia turut menguat, meski tipis, sebesar 1,95 poin atau 0,04 persen ke level Rp4.378,83. Di sisi lain, rupiah masih mencatatkan penguatan terhadap won Korea Selatan. Kurs won terhadap rupiah turun 0,0285 poin atau 0,22 persen ke level Rp13,0403.
Sementara itu, pergerakan harga emas dunia juga terpantau melemah tipis terhadap dolar AS. Harga XAU/USD turun 2,31 poin atau 0,05 persen ke level USD4.285,04 per troy ons pada sekitar pukul 09.17 WIB.
Pergerakan nilai tukar tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih cukup luas pada perdagangan pagi, dengan mayoritas mata uang utama dan regional menguat terhadap mata uang Garuda.