Jakarta: Mata uang rupiah bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah terhadap mayoritas mata uang utama dunia dan kawasan Asia pada perdagangan pagi ini.
Dikutip dari Investing, Selasa, 18 Agustus 2026, mata uang Dolar AS naik 0,21% atau sekitar 36,7 poin ke level Rp17.837,4 per Dolar AS. Penguatan tersebut membuat laju mata uang rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap mata uang Paman Sam. Di sisi lain, Indeks Dolar AS (DXY) bergerak relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,01% ke posisi 99,485.
| Baca juga: DI hari HUT Kemerdekaan RI ke 81, Rupiah Pagi Ini Tembus Rp17.813 per Dolar AS |
Selain itu mata uang rupiah juga melemah terhadap sejumlah mata uang regional. Won Korea Selatan mencatat penguatan paling tinggi terhadap mata uang rupiah, disusul Ringgit Malaysia.
Mengacu pada pergerakan pasar pagi ini, nilai tukar Won Korea naik 0,48% ke level 12,64. Ringgit Malaysia juga menguat 0,30% ke posisi Rp4.403,52.
Mata uang Asia lainnya juga bergerak menguat terhadap mata uang rupiah. Baht Thailand naik tipis 0,04% ke level 539,70, sedangkan Dolar Singapura menguat 0,04% menjadi Rp13.959,89.Lalu mata uang Yen Jepang turut mengalami apresiasi 0,03% ke level 111,83.
Meski mayoritas mata uang asing menguat terhadap mata uang rupiah, terdapat sejumlah mata uang yang justru mengalami pelemahan terhadap mata uang garuda.
Mata uang Euro turun 0,05% ke level Rp20.655,0. Mata uang rupiah juga menguat terhadap Yuan China dengan naik 0,08% ke level 2.644,99.
Di pasar komoditas, harga emas dunia juga bergerak melemah. Harga emas spot (XAU/USD) turun 0,20% atau sekitar USD8,64 ke level USD4.408,11 per troy ons.
Pergerakan pasar pagi ini menunjukkan investor masih mencermati dinamika mata uang global, khususnya arah Dolar AS dan mata uang kawasan Asia, di tengah perhatian terhadap perkembangan ekonomi serta rilis data ekonomi terbaru.
Penguatan Dolar AS menjadi salah satu faktor yang turut memberikan tekanan terhadap Rupiah, sementara pergerakan emas dunia menunjukkan adanya koreksi setelah sebelumnya berada di level tinggi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda