Ilustrasi aset kripto. Foto: AFP/Ina Fasbender.
Ilustrasi aset kripto. Foto: AFP/Ina Fasbender.

Pandemi Covid-19 Bikin Investasi Aset Kripto Makin Menjamur

Husen Miftahudin • 18 Februari 2022 14:46
Jakarta: Masa pandemi covid-19 hingga saat ini, tren berinvestasi aset kripto semakin menjamur. Penetrasi investasi aset kripto mayoritas diisi oleh orang-orang dengan rentang usia 21-35 tahun.
 
Namun, tidak menutup kemungkinan ke depannya fenomena berinvestasi aset kripto akan semakin mainstream. Investor aset kripto diyakini akan menyasar penduduk kota dengan jumlah populasi yang lebih sedikit dari penduduk di kota besar.
 
"Hal ini masih perlu proses, utamanya proses edukasi. Bagaimana langkah-langkah yang tepat untuk memulai berinvestasi aset kripto, mengenal kripto yang akan dipilih, bagaimana cara memilih aset kripto yang benar, tentu harus digaungkan terus menerus," tutur CEO Indodax Oscar Darmawan, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 18 Februari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait hal tersebut, Indodax sebagai platform jual beli (marketplace) aset kripto akan terus berkomitmen untuk terus mengedukasi para investor pemula yang baru terjun ke kripto. Hal ini penting mengingat beberapa ekosistem blockchain yang berkaitan erat dengan aset kripto, seperti decentralized finance, NFT, dan metaverse, semakin banyak digandrungi.
 
"Teknologi ekosistem kripto ini dengan cepat mulai diterima masyarakat Indonesia. Tentunya, kita semua berharap teknologi blockchain dapat membuat Indonesia menjadi setara dengan negara maju lainnya," harap Oscar.
 
Saat ini, lanjut dia, hingga Februari 2022 perseroan telah memiliki member sebanyak lima juta orang. Angka ini setara dengan 45 persen dari total keseluruhan investor aset kripto di Indonesia yang hingga Desember 2021 tercatat sebanyak 11 juta orang.
 
Oscar mengatakan, jika dibandingkan tahun lalu, jumlah member mengalami kenaikan sebesar 104 persen. Pun begitu dengan active trader (trader aktif) serta token yang ter-listing di Indodax mengalami kenaikan.
 
"Indodax merupakan crypto exchange yang berdiri dari 2014 dengan nama awal Bitcoin.co.id dan merupakan pionir local exchange di Indonesia yang saat ini sudah diawasi oleh Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi)," ujar Oscar.
 
Sebelumnya, Bappebti Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan jumlah investor aset kripto di Indonesia hingga akhir 2021 mencapai 11 juta orang. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan jumlah investor di pasar modal berbasis Single Investor Identification (SID) yang jumlahnya hanya mencapai 7,48 juta investor.
 
Adapun akumulasi nilai transaksi aset kripto di Indonesia pada 2021 mencapai Rp859,45 triliun atau rata-rata per hari sebesar Rp2,3 triliun. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan penghimpunan dana di pasar modal yang pada periode yang sama hanya mencapai Rp363,3 triliun.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif