MedcoEnergi. Foto: Istimewa.
MedcoEnergi. Foto: Istimewa.

Medco Energi Catat Kenakan Produksi Miigas di Semester 1 2026

Arif Wicaksono • 09 September 2026 13:25
Ringkasnya gini..
  • MedcoEnergi lagi tancap gas. Memasuki paruh pertama 2026, PT Medco Energi Internasional Tbk mencatat kinerja produksi minyak dan gas (migas) yang cukup solid.
  • MedcoEnergi lagi tancap gas. Memasuki paruh pertama 2026, PT Medco Energi Internasional Tbk mencatat kinerja produksi minyak dan gas (migas) yang cukup solid.
Jakarta: MedcoEnergi lagi tancap gas. Memasuki paruh pertama 2026, PT Medco Energi Internasional Tbk mencatat kinerja produksi minyak dan gas (migas) yang cukup solid.

Dalam Paparan Publik 2026 yang digelar bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), MedcoEnergi mencatat produksi migas mencapai 170 mboepd pada semester pertama 2026. Angka ini naik 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menariknya, gas kini menjadi kontributor terbesar produksi MedcoEnergi. Sekitar 72% dari total produksi berasal dari gas, sejalan dengan meningkatnya permintaan gas di kawasan regional.

Meski pasar energi terus bergerak, MedcoEnergi belum mengubah target tahun ini. Perseroan tetap mempertahankan panduan produksi migas 2026 di kisaran 165–170 mboepd, dengan belanja modal atau capex bisnis migas sebesar US$415 juta.

Dari sisi finansial, performanya juga masih cukup oke. Pada kuartal pertama 2026, MedcoEnergi membukukan pendapatan USD668,3 juta, naik 19,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

EBITDA juga meningkat 5,7% menjadi USD351,1 juta. Yang paling mencolok, laba bersih melonjak 282,3% menjadi USD67,4 juta.

Direktur dan Chief Operating Officer MedcoEnergi Amri Siahaan mengatakan perseroan masih fokus menjaga performa operasional sekaligus memastikan biaya tetap terkendali.

“Kami tetap fokus pada pencapaian target operasional, disiplin biaya dan pengelolaan neraca yang sehat. Kami akan terus mengembangkan aset-aset inti dan menjalankan pertumbuhan secara disiplin untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan,” ujar Amri.

Bukan cuma migas yang tumbuh. Bisnis ketenagalistrikan melalui Medco Power juga menunjukkan perkembangan positif sepanjang semester pertama 2026.

Penjualan listrik Medco Power mencapai 2.323 GWh, naik 16,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasi tersebut juga sudah sejalan dengan target penjualan listrik 2026 sebesar 4.550 GWh.

Di tengah tren transisi energi, MedcoEnergi juga terus memperbesar porsi energi terbarukan. Saat ini, energi terbarukan menyumbang sekitar 26% dari total kapasitas terpasang Medco Power.

Perseroan menyebut porsi tersebut masih berada dalam kisaran target jangka panjang yang telah ditetapkan.

Sementara itu, mesin pertumbuhan MedcoEnergi ke depan juga mulai disiapkan. Beberapa proyek utama terus dikebut untuk menjaga produksi sekaligus memperkuat basis bisnis perseroan dalam beberapa tahun mendatang.

Senoro Phase 2A, misalnya, sudah beroperasi penuh sejak Juni 2026. Kemudian Bualuang Renewal Plan Phase I mulai menghasilkan produksi pada kuartal kedua 2026.

Ada pula proyek Sakakemang yang masih dalam tahap pengembangan. Proyek gas ini ditargetkan mencapai produksi gas pertama atau first gas pada kuartal ketiga 2027.

Dengan kombinasi produksi yang meningkat, bisnis listrik yang ikut tumbuh, serta sejumlah proyek baru yang mulai masuk fase produksi, MedcoEnergi tampaknya ingin menjaga momentum pertumbuhan tanpa kehilangan fokus pada efisiensi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan