Berdasarkan data D'Origin, IHSG bergerak di rentang 5.185,11 hingga 5.863,78. Pelemahan tajam tersebut mencerminkan tekanan jual yang meluas di pasar saham domestik.
Baca Juga :
IHSG Tertekan Ancaman Downgrade MSCI
Mayoritas saham berada di zona merah. Tercatat sebanyak 775 saham melemah, sementara hanya 10 saham menguat dan 10 saham lainnya tidak berubah.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp31,91 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 674,71 juta lot. Transaksi negosiasi berkontribusi sekitar Rp5,41 triliun terhadap total nilai transaksi.
Tekanan juga melanda saham-saham berkapitalisasi besar. Indeks IDX30 merosot 13,73 persen ke level 283,66, sedangkan indeks LQ45 turun 13,82 persen menjadi 508,56. Indeks IDX80 melemah 13,59 persen ke posisi 75,41 dan IDX High Dividend 20 terkoreksi 13,33 persen ke level 366,48.
Sektor keuangan mencatat nilai transaksi terbesar
Dari delapan indeks sektoral yang tercatat, seluruhnya mengalami pelemahan. Sektor keuangan menjadi sektor dengan nilai transaksi terbesar, yakni Rp17,99 triliun, dengan penurunan indeks sebesar 8,98 persen.Sektor energi turun 11,39 persen dengan nilai transaksi Rp3,39 triliun. Sementara itu, sektor infrastruktur melemah 13 persen dengan nilai transaksi Rp2,70 triliun, disusul sektor barang baku yang turun 13,37 persen dengan nilai transaksi Rp2,63 triliun.
Sektor industri terkoreksi 11,89 persen dengan nilai transaksi Rp1,03 triliun. Sektor teknologi turun 8,88 persen dengan nilai transaksi Rp1,16 triliun.
Adapun sektor kesehatan merosot 13,16 persen dengan nilai transaksi Rp242,88 miliar. Sektor properti melemah 9,63 persen dengan nilai transaksi Rp402,63 miliar.
Saham BBCA hingga ANTM ramai diperdagangkan
Sejumlah saham unggulan masuk dalam daftar saham dengan nilai transaksi terbesar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat di harga Rp5.175, turun 14,81 persen.Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 14,84 persen ke Rp2.640. Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 14,82 persen ke Rp3.390.
Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terkoreksi 14,80 persen ke Rp1.900. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 7,41 persen ke Rp25.
Tekanan juga terjadi pada saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang turun 12,90 persen ke Rp2.970, PT Astra International Tbk (ASII) yang melemah 12,34 persen ke Rp4.190, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang turun 14,72 persen ke Rp2.550.
Dari sisi volume, GOTO menjadi saham dengan perdagangan terbanyak, mencapai sekitar 426,58 juta lot. BBCA menyusul dengan 12,41 juta lot, diikuti BBRI sebanyak 11,94 juta lot dan TLKM sebanyak 9,64 juta lot.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga ramai diperdagangkan dengan volume 9,10 juta lot pada harga Rp134. Selanjutnya, BMRI mencatat volume 7,86 juta lot, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sebanyak 3,72 juta lot, dan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) sebanyak 3,64 juta lot.
Saham BSWD dan XCLQ menguat 25 persen
Di tengah pelemahan pasar, beberapa saham masih mampu mencatatkan kenaikan harga. Saham BSWD dan XCLQ masing-masing menguat 25 persen, ke level Rp5.625 dan Rp90.Saham ABDA naik 24,93 persen ke Rp4.710, sedangkan TRUK menguat 24,81 persen ke Rp3.220. Saham CBPE naik 24,75 persen ke Rp630 dan XBID menguat 24,41 persen ke Rp530.
Sementara itu, PTSP naik 6,91 persen ke Rp1.780.Sebaliknya, sejumlah saham mencatatkan penurunan hingga 15 persen. Saham APIC, BBKP, BELI, BFIN, BHIT, BLTZ, dan BMAS masing-masing melemah 15 persen.
Rupiah bergerak di kisaran Rp18.000 per dolar AS
Di pasar valuta asing, data yang dihimpun D'Origin menunjukkan kurs JISDOR tercatat pada level Rp17.948 dan Rp18.052, sedangkan kurs spot berada di kisaran Rp18.035 dan Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).Untuk perdagangan berikutnya, D'Origin memproyeksikan level support IHSG berada di 5.175 dan 5.150. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada di 5.200 dan 5.225.
Level tersebut menjadi acuan teknikal yang perlu dicermati investor setelah IHSG mengalami koreksi tajam pada perdagangan Jumat.