Salah satu investasi aset kripto yang jadi primadona, bitcoin. Foto: AFP/Karen Bleier.
Salah satu investasi aset kripto yang jadi primadona, bitcoin. Foto: AFP/Karen Bleier.

Lebih Stabil, Ini Aset Kripto Alternatif yang Cocok untuk Investasi

Husen Miftahudin • 14 Februari 2022 12:03
Jakarta: Di tengah tingginya volatilitas bursa kripto seperti bitcoin dan ethereum, para investor dapat memanfaatkan jenis aset lain seperti  stablecoin yang dirancang memiliki nilai mengacu pada aset komoditas tertentu.
 
Stablecoin merupakan aset kripto yang secara khusus dirancang untuk memiliki nilai yang sama dengan aset tertentu, contohnya mata uang dolar AS atau komoditas lain seperti emas.
 
"Secara sederhana, stablecoin sebagai mata uang kripto yang menjembatani aset kripto dengan komoditas tertentu, sehingga dapat menawarkan harga yang relatif stabil karena didukung dengan aset cadangan," ucap Chief Marketing Officer Pintu Timothius Martin dalam siaran pers, Senin, 14 Februari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Timo mengungkapkan stablecoin memiliki berbagai keunggulan. Di antaranya memungkinkan pemiliknya untuk dapat melakukan transfer aset kripto dengan murah dan cepat ke seluruh dunia layaknya aset kripto lainnya.
 
Menurut dia, stablecoin pada dasarnya menggabungkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki aset kripto dan mata uang fiat atau aset asli dengan pemrosesan transaksi yang cepat serta menjaga keamanan atau privasi yang dimiliki aset kripto dan nilai yang dimiliki mata uang fiat atau aset asli.
 
Dalam dunia cryptocurrency, jelasnya, terdapat dua stablecoin yang bisa disebut sebagai pionir yaitu Tether dan USDC. Tether atau USDT merupakan salah satu pionir stablecoin yang diluncurkan pada 2014. Setiap USDT yang dirilis akan dijamin dengan jumlah reserve dolar AS yang sama.
 
"Saat ini, USDT adalah salah satu stablecoin paling populer berdasarkan kapitalisasi pasar. Sedangkan untuk USDC diluncurkan pada tahun 2018 merupakan stablecoin yang dikelola bersama oleh perusahaan cryptocurrency Circle dan Coinbase. Nilai USDC sebanding 1:1 dengan dolar AS dan merupakan stablecoin terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar," papar dua.
 
Timo menambahkan, untuk pemula yang ingin memulai berinvestasi pada aset kripto, stablecoin bisa menjadi langkah awal berinvestasi. Bagi pemula yang masih dalam proses pengenalan di dunia cryptocurrency, stablecoin seperti USDT atau USDC bisa menjadi pilihan yang memiliki risiko volatilitas lebih kecil, sambil membekali diri dengan informasi lebih banyak lagi tentang berbagai proyek-proyek kripto yang ingin diinvestasikan.
 
"Di aplikasi jual beli dan investasi kripto, Pintu, investor juga bisa memanfaatkan fitur Pintu Earn yang akan memberikan bonus bunga setiap jamnya terhadap stablecoin yang disimpan. Jadi aset kriptonya tetap bekerja dan memberikan nilai tambah," jelasnya.
 
Pintu Earn merupakan fitur terbaru yang dimiliki aplikasi PINTU. Melalui fitur ini pengguna bisa mendapatkan bonus bunga hingga empat persen Annual Percentage Yield (APY) yang dibayarkan setiap jam, dengan menyimpan aset kripto di dompet Earn.
 
"Selain memberikan bunga, Pintu Earn memberikan fleksibilitas bagi pengguna, di mana pengguna dapat melakukan penarikan saldo dari dompet Earn untuk kebutuhan trading kapan saja saat dibutuhkan. Untuk penyimpanan, top up dan penarikan saldo dari Pintu Earn tidak dikenakan biaya tambahan," tutup Timo.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif