Ilustrasi (Foto: AAJ)
Ilustrasi (Foto: AAJ)

Euro Menguat Usai Kekhawatiran Resesi Jerman Berkurang

Ekonomi jerman zona euro
26 Maret 2019 08:17
New York: Kurs euro menguat pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena survei kepercayaan bisnis Jerman yang lebih kuat dari perkiraan mengurangi kekhawatiran tentang resesi dan menarik mata uang safe haven yen dari level tertinggi enam minggu terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
 
Mengutip Antara, Selasa, 26 Maret 2019, pasar keuangan di seluruh dunia bergolak pada perdagangan Jumat 22 Maret, yang berasal dari kecemasan tentang penurunan ekonomi setelah kurva imbal hasil AS terbalik, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun jatuh di bawah suku bunga surat utang negara tiga bulan.
 
Ketakutan itu memicu pelepasan saham-saham dan aset-aset lain yang berorientasi pada pertumbuhan serta serbuan terhadap yen, emas, serta surat utang Pemerintah AS dan Jerman, dan investasi-investasi berisiko rendah lainnya. Pembalikan kurva imbal hasil telah mendahului setiap resesi Amerika Serikat (AS) dalam 50 tahun terakhir.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada Jumat kami melihat ke dalam jurang yang dalam. Hari ini kita mundur selangkah," kata Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex LLC Marc Chandler, di New York.
 
Sentimen pedagang stabil setelah Lembaga IFO Jerman mengatakan indeks iklim bisnisnya naik menjadi 99,6, mengalahkan perkiraan konsensus 98,5 dan mengakhiri penurunan enam bulan berturut-turut. Data IFO secara singkat mengangkat imbal hasil obligasi 10 tahun Jerman ke wilayah positif dan membantu pasar saham Eropa.
 
Mereka juga mendukung euro, yang naik 0,2 persen ke tertinggi sesi di 1,13315 per USD. Terhadap yen, mata uang tunggal itu sempat melonjak 0,46 persen ke level tertinggi 124,81 yen, setelah diperdagangkan serendah 123,875 yen sebelumnya.
 
Tidak jelas apakah kenaikan ringan dalam euro dan mata uang pasar negara-negara berkembang akan bertahan, karena pedagang tetap waspada dengan inversi kurva imbal hasil AS yang bertahan untuk sesi perdagangan kedua, kata para analis.
 
"Saya tidak akan mengatakan bahwa kenaikan untuk aset-aset aman sudah berakhir. Nada sentimen risk-off (penghindaran risiko) umum akan berlaku untuk sementara waktu tetapi tidak pada sejauh yang sama (seperti Jumat)," kata Ahli Strategi Commerzbank Ulrich Leuchtmann, mencatat resesi di zona euro atau Amerika Serikat tidak mungkin dalam waktu dekat.
 
Adapun greenback, 0,15 persen lebih rendah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Dolar AS tidak banyak bereaksi terhadap pengumuman Jaksa Agung AS William Barr bahwa Penasihat Khusus AS Robert Mueller tidak menemukan bukti kolusi antara Rusia dan tim kampanye pemilihan Presiden Donald Trump 2016.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif