Ilustrasi (AFP/DEUTCHE BUNDESBANK)
Ilustrasi (AFP/DEUTCHE BUNDESBANK)

Harga Emas Naik, Investor Berburu Aset Aman

03 April 2019 07:31
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi karena logam mulia didorong oleh pembelian aset-aset safe haven.

Mengutip Antara, Rabu, 3 April 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, naik USD1,20 atau 0,09 persen, menjadi USD1.295,40 per ons. Ketika kegairahan (bullish) di pasar saham mengambil nafas, para investor beralih ke pasar emas untuk mencari keuntungan yang lebih tinggi.

Sehari sebelumnya, emas berjangka ditutup sedikit lebih rendah, karena logam mulia berada di bawah tekanan kenaikan indeks-indeks saham AS, menyusul berkurangnya kekhawatiran atas prospek pertumbuhan global. Ketika ekuitas membukukan keuntungan, logam mulia biasanya turun, karena investor tidak perlu mencari tempat yang aman, seperti emas.

Emas juga masih didukung oleh laporan konsultan Metals Focus pada Senin waktu setempat yang memprediksi bahwa permintaan emas global tahun ini akan naik ke tingkat tertinggi dalam empat tahun, karena konsumsi yang lebih tinggi oleh perhiasan mengimbangi penurunan pembelian oleh bank-bank sentral.

"Dunia akan mengonsumsi 4.370 ton emas tahun ini, terbesar sejak 2015 dan naik sedikit dari 4.364 ton pada 2018," kata konsultan Metals Focus dalam laporan Gold Focus 2019.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 3,80 sen atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada USD15,061 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Juli turun sebanyak USD2,80 atau 0,33 persen menjadi USD852,50 per ons.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 79,29 poin atau 0,30 persen, menjadi 26.179,13 poin. Indeks S&P 500 naik 0,05 poin atau 0,0017 persen menjadi 2.867,24 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 19,78 poin atau 0,25 persen menjadi 7.848,69 poin.

Saham Walgreens Boots Alliance anjlok 12,8 persen pada penutupan, memimpin penurunan dalam indeks 30-saham. Perusahaan komponen Dow itu pada Selasa waktu setempat melaporkan laba fiskal kuartal kedua yang meleset dari perkiraan Wall Street. Perusahaan juga memangkas pedoman labanya setahun penuh untuk 2019.

Indeks S&P 500 ditutup datar, karena kenaikan kuat saham-saham di sektor real estat, layanan komunikasi dan material terutama mengimbangi kerugian di saham-saham sektor kebutuhan bahan pokok konsumen dan energi. Sementara itu, saham Facebook yang menguat lebih dari tiga persen telah berkontribusi besar terhadap kenaikan indeks Nasdaq.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan