Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Harga Emas Berjangka Perpanjang Kenaikan

08 Mei 2019 07:31
Chicago: Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi tersebut memperpanjang kenaikan moderat untuk hari ketiga berturut-turut, karena anjloknya pasar saham AS meningkatkan daya tarik terhadap aset-aset safe haven.

Mengutip Antara, Rabu, 8 Mei 2019, emas yang paling aktif untuk pengirinan Juni naik sebanyak USD1,8 atau 0,14 persen, menjadi ditutup pada USD1.285,60 per ons. Ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat investasi yang dinilai lebih aman.

Namun, dolar AS yang lebih kuat menahan kenaikan emas lebih lanjut. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, meningkat 0,11 persen menjadi 97,66 tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 0,1 persen atau 0,01 persen menjadi USD14,926 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Juli turun sebanyak USD7,5 atau 0,85 persen menjadi USD873,40 per ons.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 473,39 poin atau 1,79 persen, menjadi 25.965,09 poin. Sedangkan indeks S&P 500 merosot 48,42 poin atau 1,65 persen, menjadi 2.884,05 poin. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 159,53 poin atau 1,96 persen menjadi 7.963,76 poin.

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 memperpanjang kerugian, dengan sektor teknologi informasi turun lebih dari 2,1 persen, memimpin kerugian. Seluruh 30 saham unggulan atau blue-chips di Dow tenggelam ke wilayah merah, dipimpin oleh Boeing dan Caterpillar, yang sahamnya terus turun masing-masing hampir 3,9 persen dan 2,2 persen.

Kedua perusahaan secara luas dipandang sebagai pemimpin perdagangan global karena tingginya pendapatan mereka di luar negeri. Namun, saham Anadarko Petroleum sedikit lebih tinggi sekitar 0,4 persen, karena Occidental Petroleum menaikkan porsi tunai dari penawaran tunai dan saham senilai USD38 miliar untuk raksasa minyak dan gas Amerika Serikat tersebut.

Langkah ini datang sebagai upaya guna membujuk Anadarko untuk menyerah pada usulan akuisisi oleh raksasa energi multinasional Amerika Serikat, Chevron. Karena volatilitas secara agresif diperhitungkab di seluruh papan, aksi jual dari tiga indeks dipercepat selama sesi sore.

Dow jatuh lebih dari 500 poin pada sore hari dan kemudian tenggelam lebih dalam ke wilayah merah dengan kehilangan lebih dari 600 poin. Bahkan jatuh sebanyak 648,77 poin pada titik terendahnya di hari perdagangan, menandai penurunan terbesar sejak awal Januari.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan