Dia meminta tim ahli ekonomi hingga pengacara terlatih Ivy League, berpengalaman dalam cara-cara Washington, untuk mengubah visinya menjadi kenyataan. Tugas yang dihadapi para pembantu Biden sekarang ini lebih mengerikan ketimbang era mantan Presiden Barack Obama.
Pasalnya, pandemi covid-19 membuat lebih dari 10 juta orang Amerika kehilangan pekerjaan. Bahkan, pandemi juga telah merenggut nyawa lebih banyak orang daripada Perang Dunia II. Karenanya, Pekerjaan Rumah (PR) Biden sangat berat dan perlu usaha teramat keras guna memulihkan perekonomian.
Melansir BBC, Sabtu, 30 Januari 2021, berikut orang-orang yang dipilih Biden untuk membantu dalam kabinetnya:
Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan AS
Ekonom berusia 74 tahun, yang mengajar di Universitas California di Berkeley, adalah wanita pertama yang memimpin Departemen Keuangan dalam sejarahnya yang berusia 231 tahun. Ia juga satu-satunya orang yang mengepalai Dewan Penasihat Ekonomi dan bank sentral Amerika Serikat.
Putri dari seorang dokter di Brooklyn ini diharapkan bisa mengarahkan ekonomi AS keluar dari resesi sambil mendorong bank sentral AS fokus pada masalah seperti ketidaksetaraan. Adapun Ketua The Fed sekarang ini masih dijabat oleh Jerome Powell.
Brian Deese sebagai Kepala Dewan Ekonomi Nasional
Di usia 42 tahun, Brian Deese akan menjadi orang termuda yang pernah menjabat sebagai Kepala Dewan Ekonomi Nasional, yang ditugaskan untuk mengatur dan mengoordinasikan kebijakan ekonomi pemerintah. Deese pernah berperan pada penyelamatan industri otomotif di tengah krisis keuangan 2007-2008.
Tanggung jawabnya kemudian diperluas untuk mencakup regulasi keuangan, masalah anggaran, dan perubahan iklim -sebuah area yang menjadi inti dari strategi Biden untuk menghidupkan kembali ekonomi AS. Beberapa orang melihat Deese terlalu bersahabat dengan Wall Street dan terlalu khawatir tentang menjalankan defisit.
Neera Tanden sebagai Kepala Kantor Manajemen dan Anggaran
Neera Tanden akan dihadapkan pada tugas rumit untuk mewujudkan prioritas kebijakan melalui anggaran federal. Saat ini ia adalah kepala lembaga pemikir liberal Washington, Center for American Progress. Wanita berusia 50 tahun itu akan menjadi wanita kulit berwarna pertama dan orang Amerika Asia Selatan pertama yang memimpin kantor manajemen dan anggaran.
Saat mengumumkan pencalonannya, Biden mengatakan masa kecil Tanden yang dibesarkan seorang ibu tunggal yang bergantung pada program bantuan publik akan memberinya wawasan kunci untuk perannya mengawasi pengeluaran pemerintah federal. Pengacara yang dilatih oleh Yale ini juga bekerja dalam reformasi perawatan kesehatan di bawah Obama.
Cecilia Rouse sebagai Ketua Dewan Penasihat Ekonomi
Ekonom Princeton Cecilia Rouse, pilihan Biden untuk menjadi ketua Dewan Penasihat Ekonomi, terkenal karena menangani masalah ketidaksetaraan dan persinggungannya dengan ras, gender, pendidikan, dan masalah lainnya.
Wanita berusia 57 tahun itu menjalankan tugas di pemerintahan di bawah mantan presiden Bill Clinton dan bekerja pada masalah-masalah seperti pengangguran jangka panjang sebagai penasihat ekonomi untuk mantan Presiden Obama. Dia akan menjadi orang Afrika-Amerika pertama yang memimpin dewan dalam sejarahnya.
Katherine Tai sebagai Kepala Perwakilan Dagang Amerika Serikat
Katherine Tai akan menjadi negosiator perdagangan teratas Amerika. Dia sebelumnya menjabat sebagai pengacara yang menangani keluhan AS tentang perdagangan Tiongkok. Tai mendapat pujian karena membantu merundingkan ketentuan hak-hak tenaga kerja yang ditambahkan ke perjanjian perdagangan terbaru Trump antara AS, Kanada, dan Meksiko.
Dalam peran barunya, fokusnya kemungkinan akan kembali ke Tiongkok, tempat orang tuanya lahir dan di mana dia mengajar bahasa Inggris selama dua tahun pada 1990-an.