Jakarta: Perang dagang Amerika Serikat (AS) kembali bikin industri teknologi waspada. Pemerintahan Presiden Donald Trump disebut sedang mempertimbangkan putaran baru tarif terhadap semikonduktor.
Laporan Politico pada Kamis, 27 Agustus 2026, menyebut rencana tersebut tidak hanya menyasar chip atau cip semikonduktor. Produk teknologi yang menggunakan cip juga berpotensi ikut terkena tarif.
| Baca juga: Donald Trump Minta Iran Menyerah, Perundingan Damai Masih Buntu |
Artinya, barang seperti laptop, konsol gim, hingga server pusat data bisa masuk dalam cakupan kebijakan baru tersebut.
Buat pengguna teknologi, isu ini tentu bukan sekadar urusan industri chip. Jika tarif benar-benar diterapkan, kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi rantai pasok dan biaya produksi berbagai perangkat elektronik.
Bukan Cuma Soal Chip
Selama ini, semikonduktor menjadi komponen penting di hampir semua perangkat teknologi modern. Smartphone, laptop, konsol gim, mobil, hingga server pusat data membutuhkan cip untuk bisa beroperasi.
Karena itu, tarif yang cakupannya diperluas dari cip hingga produk yang menggunakan cip bisa memiliki dampak lebih besar terhadap industri teknologi. Namun, sampai saat ini belum ada keputusan final mengenai bentuk maupun besaran tarif tersebut.
Politico melaporkan pemerintahan Trump masih membahas sejumlah opsi, termasuk kemungkinan menerapkan masa transisi secara bertahap. Kerangka kebijakannya juga masih dapat berubah dalam beberapa minggu atau bulan ke depan.
AS Ingin Produksi Chip Pulang Kampung
Salah satu gagasan yang sedang didorong adalah mengaitkan keringanan tarif dengan investasi perusahaan asing di sektor manufaktur cip AS.
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick disebut mendukung struktur kebijakan tersebut. Tujuannya adalah mendorong perusahaan untuk membangun fasilitas produksi semikonduktor di AS.
Dengan kata lain, Washington ingin membuat perusahaan punya insentif untuk memproduksi lebih banyak chip di dalam negeri.
Strategi ini sejalan dengan agenda pemerintahan Trump untuk mengembalikan produksi industri strategis ke AS atau yang dikenal sebagai reshoring.
Belum Ada Keputusan Resmi
Gedung Putih menegaskan pemerintah masih mendorong investasi di sektor-sektor strategis.
“Membawa kembali manufaktur penting ke Amerika Serikat merupakan prioritas utama bagi Presiden Trump,” kata seorang pejabat Gedung Putih yang dikutip Channel News Asia.
Namun, pemerintah AS juga mengingatkan agar laporan mengenai tarif tersebut tidak dianggap sebagai keputusan final.
“Kecuali diumumkan secara resmi oleh Pemerintah, setiap pemberitaan mengenai tarif harus dianggap sebagai spekulasi yang tidak berdasar,” ujar pejabat tersebut.
Jadi, Harga Laptop dan Konsol Bakal Naik?
Belum tentu. Tarif baru tersebut masih dalam tahap pembahasan. Belum diketahui apakah seluruh produk teknologi yang menggunakan semikonduktor akan benar-benar dikenai bea masuk dan berapa besar tarifnya.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer sebelumnya juga mengatakan pada Mei bahwa belum ada tarif baru terhadap semikonduktor yang diperkirakan segera diberlakukan.
Meski begitu, Greer menilai tarif tetap penting untuk melindungi industri semikonduktor AS sekaligus mendorong produksi chip kembali ke dalam negeri.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda