Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Bank Dunia Suntik USD350 Juta untuk Pembangunan Modal Manusia Indonesia

Eko Nordiansyah • 05 Juli 2022 17:25
Jakarta: Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pinjaman USD350 juta untuk meningkatkan pembangunan modal manusia (human capital) di Indonesia. Hal ini akan mendukung upaya pemerintah Indonesia melindungi masyarakat ketika kehilangan pendapatan, meningkatkan akses ke layanan kesehatan, mencegah perilaku tidak sehat, dan meningkatkan efektivitas belanja pemerintah.
 
Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen mengatakan, pinjaman Bank Dunia ini akan mendukung komitmen pemerintah. Kegiatan ini juga mendukung serangkaian reformasi yang akan membantu pencapaian potensi sepenuhnya masyarakat Indonesia.
 
"Program ini adalah dukungan Bank Dunia yang pertama untuk kebijakan pembangunan modal manusia di kawasan Asia Timur dan Pasifik, dukungan ini merupakan pengakuan terhadap komitmen kuat Indonesia bagi kemajuan pembangunan modal manusianya," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia telah mencapai kemajuan pesat dalam mengurangi stunting, memperluas perlindungan sosial, menuju cakupan kesehatan universal, dan meningkatkan angka partisipasi siswa. Indeks Human Capital (HCI) Indonesia terus membaik dari 0,50 menjadi 0,54 antara 2010 hingga 2020.
 
Terlepas dari kemajuan ini, skor HCI Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara-negara Asia Timur dan Pasifik, karena belum kuatnya sistem pendidikan dan perlindungan sosial, serta tingkat stunting yang relatif tinggi, meskipun sudah ada kemajuan.
 
Indonesia Human Capital Development policy loan ditargetkan untuk mengatasi beberapa tantangan yang paling mendesak melalui dukungan pada reformasi kebijakan kunci yang meningkatkan modal manusia sepanjang siklus hidup semua orang.
 
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) akan menjadi lembaga pelaksana pembiayaan Bank Dunia tersebut. Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Effendy mengatakan, pembangunan manusia saat ini adalah suatu keharusan.
 
"Indonesia tengah menghadapi globalisasi dan tak ada pilihan kecuali meningkatkan human capital competitiveness. Bangsa yang akan survive, menang, dan sukses dalam era seperti ini adalah bangsa yang berpengetahuan dan berketerampilan, memiliki knowledge and skills serta yang berkarakter kuat," kata dia baru-baru ini.
 
Pembiayaan Bank Dunia ini akan mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia meningkatkan gizi ibu hamil dan mengurangi stunting pada anak, mereformasi pelaksanaan layanan terkait tuberkulosis, dan menggunakan layanan telemedicine untuk meningkatkan akses kesehatan di pedesaan dan daerah terpencil.
 
Selain itu, dukungan ini akan membantu pemerintah dalam upaya perpajakan untuk mencegah perilaku merokok dan penggunaan tembakau demi kesehatan jangka panjang lebih baik. Kemudian pembiayaan tersebut juga akan memperkenalkan asuransi kehilangan pekerjaan dengan tunjangan tunai, pelatihan, dan dukungan pencarian kerja untuk membantu pekerja dan keluarganya saat mengalami guncangan ekonomi dan bencana alam.
 
Pembiayaan baru ini sejalan dengan Kerangka Kemitraan Negara (CPF) Bank Dunia untuk Indonesia selama 2021-2025, khususnya dalam membina modal manusia melalui penguatan kualitas, pemerataan gizi, kesehatan, dan perlindungan sosial.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif