Kabut Asap di Singapura. Foto: CNA.
Kabut Asap di Singapura. Foto: CNA.

Kabut Asap Singapura Memburuk, Konsetrasi Partikel Halus PM2.5 di Wilayah Barat Capai Angka Tertinggi Sejak 2015

Arif Wicaksono • 14 Oktober 2026 17:14
Ringkasnya gini..
  • Kualitas udara di Singapura memburuk pada Rabu, 14 Oktober 2026, seiring meningkatnya konsentrasi partikel halus PM2.5 akibat kabut asap yang bergerak dari kawasan Asia Tenggara.
  • Di wilayah barat, konsentrasi PM2.5 per jam mencapai 288 pada pukul 15.00, masuk kategori sangat tinggi dan menjadi salah satu angka tertinggi sejak krisis kabut asap 2015.
Singapura: Kualitas udara di Singapura memburuk pada Rabu, 14 Oktober 2026, seiring meningkatnya konsentrasi partikel halus PM2.5 akibat kabut asap yang bergerak dari kawasan Asia Tenggara. Di wilayah barat, konsentrasi PM2.5 per jam mencapai 288 pada pukul 15.00, masuk kategori sangat tinggi dan menjadi salah satu angka tertinggi sejak krisis kabut asap 2015.
 
Dikutip dari Channel News Asia, data menunjukkan, konsentrasi PM2.5 di wilayah barat meningkat tajam dari 195 pada pukul 13.00 menjadi 284 pada pukul 14.00. Angka tersebut kembali naik menjadi 288 satu jam kemudian.

Peningkatan juga terjadi di sejumlah wilayah lain. Pada pukul 15.00, konsentrasi PM2.5 per jam tercatat sebesar 218 di wilayah tengah, 208 di timur, dan 177 di selatan. Sementara itu, wilayah utara mencatat angka 140, yang masuk kategori meningkat atau elevated.

Tingginya konsentrasi partikel halus tersebut mengingatkan pada episode kabut asap parah pada Oktober 2015. Ketika itu, konsentrasi PM2.5 per jam di wilayah barat mencapai 471 pada pukul 23.00 tanggal 19 Oktober.

Badan Lingkungan Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA) mulai memublikasikan data PM2.5 per jam sejak 2014. Pemantauan ini menjadi salah satu indikator untuk mengetahui tingkat paparan partikel halus yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Di sisi lain, Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) selama 24 jam juga menunjukkan kualitas udara yang tidak sehat di seluruh wilayah Singapura. Pada pukul 15.00, indeks tersebut berada dalam rentang 114 hingga 160.

Berdasarkan klasifikasi PSI, angka 0–50 menunjukkan kualitas udara baik, 51–100 tergolong sedang, 101–200 masuk kategori tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 dikategorikan berbahaya.

Dalam pembaruan data pukul 16.00, PSI 24 jam tercatat sebesar 121 di wilayah utara, 175 di barat, 166 di tengah, 164 di timur, dan 148 di selatan. Seluruh wilayah masih berada dalam kategori tidak sehat.

NEA mengingatkan masyarakat untuk mengurangi paparan kabut asap ketika konsentrasi PM2.5 per jam mencapai 251 atau lebih. Dalam kondisi tersebut, masyarakat disarankan meminimalkan aktivitas luar ruangan selama satu jam berikutnya.

Kelompok rentan, termasuk lansia, ibu hamil, anak-anak, serta orang dengan kondisi kesehatan tertentu, dianjurkan menghindari aktivitas di luar ruangan selama periode dengan tingkat polusi sangat tinggi.

Pemerintah Mulai Salurkan Masker N95

Memburuknya kualitas udara mendorong pemerintah Singapura memulai distribusi masker N95 secara bertahap kepada warga yang tergolong rentan pada Rabu. Kebijakan tersebut juga mempertimbangkan potensi kenaikan PSI 24 jam ke kategori sangat tidak sehat.

Distribusi dilakukan sebelum PSI 24 jam melampaui angka 200. Sebelumnya, Satuan Tugas Kabut Asap Singapura menyampaikan bahwa masker N95 akan diberikan kepada kelompok rentan ketika PSI 24 jam melewati 200 dan memasuki kategori sangat tidak sehat.

NEA menjelaskan, masker akan tersedia secara bertahap di sejumlah titik pengambilan yang telah ditentukan. Karena distribusi dilakukan secara bertahap, persediaan masker tidak langsung tersedia di seluruh lokasi pada waktu yang sama.

Mesin penjual otomatis atau vending machine yang menyediakan masker N95 dijadwalkan mulai ditempatkan di berbagai lokasi di Singapura sejak Rabu malam. Persediaan di titik pengambilan juga akan diisi ulang secara berkala.

Warga yang memenuhi persyaratan dapat mengambil satu paket berisi dua masker N95 dengan menunjukkan atau menggunakan kartu identitas nasional atau NRIC setelah stok tersedia di lokasi masing-masing.

Kelompok penerima mencakup anggota Generasi Pioneer dan Merdeka, pemegang kartu Community Health Assist Scheme (CHAS) kategori Orange dan Blue, pemegang Medical Fee Exemption Card, serta penerima bantuan ComCare.

Masker dapat diambil melalui klub komunitas atau mesin penjual otomatis yang ditempatkan di lokasi tertentu, termasuk pusat transportasi umum, Kantor Layanan Sosial, serta fasilitas People's Association.

Sementara itu, ibu hamil, anak berusia 7–16 tahun, dan warga dengan kondisi medis seperti asma dapat memperoleh masker melalui klub komunitas.

NEA turut mengingatkan bahwa peningkatan permintaan berpotensi menyebabkan masker N95 tidak tersedia sementara di beberapa toko ritel. Meski demikian, lembaga tersebut menyatakan persediaan masih tersedia di gudang pengecer dan cadangan pemerintah.

Satuan Tugas Kabut Asap bekerja sama dengan para pengecer untuk mempercepat pengisian ulang stok dan menjaga ketersediaan masker bagi masyarakat.

Selain distribusi masker, pemerintah juga menyiapkan sejumlah ruangan berpendingin udara sebagai tempat berlindung dari kabut asap. Fasilitas tersebut berada di klub komunitas serta sejumlah pusat Komite Warga atau Residents' Committees (RC) dan Jaringan Warga atau Residents' Networks (RN).

Masyarakat dapat menghubungi klub komunitas terdekat untuk memperoleh informasi mengenai lokasi dan jam operasional tempat perlindungan tersebut. Jika PSI 24 jam mencapai kategori berbahaya, jam operasional tempat perlindungan di pusat komunitas akan diperpanjang hingga pukul 22.00.

Sejumlah Fasilitas Olahraga Ditutup

Dampak kabut asap juga memengaruhi kegiatan olahraga di Singapura. Sport Singapore (SportSG) menutup sementara seluruh fasilitas luar ruangan dan fasilitas tanpa pendingin udara di pusat olahraga ActiveSG yang berada di wilayah barat.

Penutupan mencakup fasilitas di Jurong East, Sport Village@Jurong Town, Jurong Lake Gardens, Jurong West, Hockey Village@Boon Lay, Bukit Batok, Bukit Gombak, Choa Chu Kang, Senja-Cashew, dan Clementi.

SportSG menyatakan akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan operasional fasilitas olahraga sesuai kondisi di lapangan.

Langkah serupa dilakukan SAFRA Toa Payoh dengan menghentikan sementara seluruh kegiatan luar ruangan serta menutup kolam renangnya.

Kabut Asap dari Kalimantan Bergerak ke Singapura

Dalam pembaruan terbarunya, NEA menyebut kabut asap tebal yang berasal dari kebakaran di Kalimantan terpantau bergerak menuju Singapura akibat tiupan angin dari arah tenggara. Kabut asap juga terdeteksi menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatra.

Pergerakan kabut asap diperkirakan berlanjut sepanjang Rabu malam hingga Kamis, 15 Oktober 2026, mengikuti arah angin yang bertiup di kawasan tersebut.

Hujan diprakirakan turun di Singapura dan beberapa wilayah sekitarnya pada Kamis. Namun, kondisi kering diperkirakan masih bertahan di sebagian wilayah Sumatra bagian selatan dan Kalimantan, sehingga potensi kabut asap masih menjadi perhatian.

NEA memperkirakan PSI 24 jam di Singapura berada dalam rentang tidak sehat hingga sangat tidak sehat selama 24 jam berikutnya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta terus memantau informasi kualitas udara dan mengikuti imbauan kesehatan, terutama dengan membatasi aktivitas luar ruangan ketika konsentrasi partikel halus meningkat.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan