Ketua Dewan sekaligus CEO Roscongress Foundation, penyelenggara St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF), Alexander Stuglev, menilai Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi antara EAEU dan kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, perjanjian perdagangan bebas, seperti Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) tidak hanya berfokus pada peningkatan perdagangan barang, tetapi juga membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih luas di berbagai sektor strategis.
"Perjanjian ini akan berkontribusi pada penguatan hubungan bisnis, peningkatan perdagangan, dan peluncuran proyek-proyek bersama yang melibatkan perusahaan-perusahaan dari Rusia, negara anggota EAEU, dan Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers SPIEF 2026, dikutip Selasa, 9 Juni 2026.
| Baca juga: Rusia Terbuka dengan Pariwisata Halal, Siap Sambut Wisatawan Muslim Dunia |
Sektor strategis yang berpotensi tumbuh
I-EAEU FTA diproyeksikan menjadi katalis bagi berbagai sektor yang memiliki potensi besar untuk berkembang bersama. Mulai dari manufaktur, pertanian, energi, teknologi informasi dan komunikasi, penelitian dan pengembangan, hingga ekonomi digital.Tak hanya itu, sejumlah sektor lain juga dipandang memiliki prospek cerah untuk kolaborasi jangka panjang.
Stuglev juga menyebut agribisnis, ketahanan pangan, energi, metalurgi, dan teknologi digital sebagai bidang yang menjanjikan bagi pengembangan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara anggota EAEU di masa depan.
Forum bisnis jadi jembatan lolaborasi
Stuglev menambahkan, keberadaan I-EAEU FTA juga menciptakan peluang baru untuk memperluas dialog bisnis melalui berbagai forum internasional yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai negara.Beberapa diantaranya adalah St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF), Eastern Economic Forum (EEF), serta berbagai agenda kerja sama Rusia-ASEAN.
Menurutnya, forum-forum tersebut dapat menjadi wadah bagi dunia usaha untuk membahas implementasi konkret dari peluang perdagangan dan investasi yang muncul setelah penandatanganan perjanjian perdagangan bebas tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News