Temuan tersebut tertuang dalam Future of Jobs Report 2025 yang dirilis World Economic Forum (WEF).
| Baca juga: Google Rilis Laporan AI, Wamen Ekraf: Kreator dan Teknologi Harus Jalan Bareng! |
Laporan itu memperkirakan sekitar 22% pekerjaan global akan mengalami perubahan hingga 2030. Meski diproyeksikan lahir sekitar 170 juta pekerjaan baru, sebanyak 92 juta pekerjaan juga diperkirakan akan tergantikan akibat perkembangan teknologi, otomatisasi, perubahan demografi, hingga dinamika ekonomi global.
Artinya, dunia kerja bukan sedang menuju krisis pekerjaan, melainkan memasuki fase transformasi besar-besaran yang menuntut pekerja memiliki keterampilan baru.
Berikut daftar pekerjaan yang diprediksi mengalami penurunan terbesar hingga 2030 menurut WEF.
1. Kasir dan Petugas Loket
Kasir menjadi profesi yang paling berisiko menyusut. Pembayaran digital, mesin self-checkout, hingga layanan tanpa kasir membuat kebutuhan tenaga kerja di sektor ini terus menurun.2. Asisten Administrasi dan Sekretaris
Berbagai aplikasi berbasis AI kini mampu mengelola jadwal, membuat dokumen, hingga menyusun notulen rapat secara otomatis.3. Petugas Kebersihan Gedung
Otomatisasi dan penggunaan teknologi pembersih modern diperkirakan mengurangi kebutuhan tenaga kerja di bidang ini.4. Petugas Pencatatan Stok
Sistem inventori digital dan sensor otomatis membuat proses pencatatan stok semakin minim campur tangan manusia.5. Pekerja Percetakan
Peralihan ke media digital membuat industri percetakan terus mengalami penurunan permintaan.6. Petugas Pembukuan dan Payroll
Software akuntansi semakin mampu mengotomatisasi proses penggajian dan pembukuan perusahaan.7. Akuntan dan Auditor
Meski profesi ini tidak akan hilang sepenuhnya, pekerjaan yang bersifat rutin diperkirakan akan semakin banyak diambil alih AI.8. Petugas Transportasi
Digitalisasi sistem transportasi membuat sejumlah pekerjaan administratif di sektor ini semakin berkurang.9. Satpam
Pemanfaatan kamera pintar, sensor, hingga teknologi pengawasan berbasis AI diperkirakan akan mengurangi kebutuhan tenaga keamanan di sejumlah sektor.10. Teller Bank
Layanan mobile banking dan transaksi digital terus mengurangi kebutuhan layanan di kantor cabang.11. Petugas Entri Data
AI generatif dan teknologi otomatisasi kini mampu memproses data jauh lebih cepat dibandingkan pekerjaan manual.12. Customer Service
Chatbot dan AI Assistant semakin banyak digunakan perusahaan untuk menjawab pertanyaan pelanggan selama 24 jam.13. Desainer Grafis
Profesi ini menjadi salah satu pekerjaan yang mulai terdampak pesatnya perkembangan AI generatif. Meski demikian, desainer dengan kemampuan konseptual dan kreativitas tinggi diperkirakan tetap memiliki peluang besar.14. Manajer Administrasi
Berbagai platform digital mampu menyederhanakan proses administrasi sehingga struktur organisasi menjadi lebih ramping.15. Petugas Klaim dan Investigasi
Analisis data berbasis AI membantu perusahaan asuransi dan lembaga keuangan mempercepat proses verifikasi klaim.AI Tidak Menghapus Semua Pekerjaan
WEF menegaskan bahwa AI bukan berarti menghilangkan lapangan kerja secara keseluruhan. Sebaliknya, teknologi ini mengubah jenis pekerjaan dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.Laporan tersebut memperkirakan hampir 40% keterampilan dalam dunia kerja akan berubah hingga 2030, sementara sekitar 59% tenaga kerja perlu menjalani reskilling atau upskilling agar tetap relevan di pasar kerja.
Di sisi lain, profesi seperti pengembang perangkat lunak, tenaga kesehatan, guru, pekerja sosial, hingga manajer proyek diproyeksikan menjadi pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat.
WEF juga mencatat 77% perusahaan berencana meningkatkan keterampilan karyawannya untuk beradaptasi dengan AI. Namun, 41% pemberi kerja juga memperkirakan akan mengurangi jumlah tenaga kerja untuk pekerjaan yang dapat diotomatisasi.
Dengan kata lain, tantangan terbesar bukan lagi sekadar mencari pekerjaan, melainkan memastikan keterampilan yang dimiliki tetap relevan di tengah perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda