Ilustrasi. AFP PHOTO/MAHMUD HAMS
Ilustrasi. AFP PHOTO/MAHMUD HAMS

Reli 5 Hari Beruntun Terhenti, Kemilau Emas Dunia Pudar

Ekonomi Harga Emas ekonomi dunia
Antara • 09 Juli 2021 07:31
Chicago: Harga emas dunia tergelincir pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), menghentikan kenaikan lima hari beruntun, saat imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) naik tipis dari posisi terendahnya. Tetapi melemahnya dolar AS dan kekhawatiran atas pemulihan pasar tenaga kerja AS membuat emas tetap menarik.
 
Mengutip Antara, Jumat, 9 Juli 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, turun USD1,9 atau 0,11 persen menjadi USD1.800,20 per ons. Sehari sebelumnya, Rabu, 7 Juli, emas berjangka bertambah sebanyak USD7,90 atau 0,44 persen menjadi USD1.802,10.
 
Emas berjangka melonjak sebanyak USD10,9 atau 0,61 persen menjadi sebesar USD1.794,20 pada Selasa, 6 Julli, setelah terangkat sebanyak USD6,5 atau 0,37 persen menjadi USD1.783,30 pada Jumat, 2 Juli, dan menguat dua hari sebelumnya masing-masing USD5,2 dan USD8,0.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya melemah 0,3 persen dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun mendekam di dekat terendah lebih dari empat bulan, mendorong emas ke puncaknya sejak 17 Juni di USD1.818,10 di awal sesi.
 
Imbal hasil yang lebih rendah mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan suku bunga. "Tetapi sejak itu, imbal hasil naik sedikit dari posisi terendah dan saham telah mengurangi beberapa kerugian, membebani emas," kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures Phillip Streible, di Chicago.
 
"Komoditas emas akan tetap didukung sebagai aset safe-haven, terutama mengingat kekhawatiran atas pemulihan pasar tenaga kerja AS dan varian virus corona Delta," tambah Streible.
 
Emas menemukan dukungan ketika Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan 373 ribu klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 3 Juli, 2.000 lebih banyak dari pada minggu sebelumnya. Analis pasar juga berpendapat bahwa prospek emas dalam jangka pendek tetap kuat, karena varian Delta dari covid-19 terus menyebar.
 
Analis Pasar Senior Oanda Edward Moya mengatakan angka-angka ekonomi baru-baru ini menunjukkan kemajuan substansial perlu dibuat agar The Fed menaikkan suku bunga, dan itu juga mendukung emas.
 
Risalah Federal Reserve AS dari pertemuan 15-16 Juni menunjukkan beberapa peserta merasa kondisi untuk mengurangi pembelian aset bank sentral akan dipenuhi agak lebih awal dari yang mereka perkirakan.
 
Kecenderungan hawkish The Fed yang mengejutkan pada Juni membuat emas terpangkas 7,0 persen. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 14,2 sen atau 0,54 persen menjadi USD25,987 per ons. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD7,4 atau 0,68 persen menjadi USD1.074,5 per ons.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif