Hong Kong: Raksasa fast fashion Shein akhirnya resmi meluncurkan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Hong Kong pada Senin, 24 Agustus 2026.Tapi valuasi Shein kini jauh di bawah level yang pernah dicapainya.
Dikutip dari Channel News Asia, Senin, 24 Agustus 2026, Shein menawarkan 280 juta saham dengan harga HKD47,60 hingga HKD49,50 per saham. Jika berada di batas atas harga tersebut, nilai perusahaan diperkirakan mencapai sekitar USD27 miliar.
Angka ini turun hampir 70 persen dari valuasi tertinggi Shein di pasar privat yang mencapai sekitar USD98,2 miliar pada 2022.
| Baca juga: Anthropic Mau IPO Sekarang tapi Pakai Valuasi Masa Depan |
Padahal, dua tahun lalu Shein masih bernilai sekitar USD64 miliar. Menjelang IPO, perusahaan bahkan sempat membidik valuasi antara USD30 miliar hingga USD40 miliar.
Harga final saham akan diumumkan pada 31 Agustus, sementara perdagangan perdana dijadwalkan dimulai pada 1 September 2026.
Tekanan Valuasi Shein
Shein dikenal sebagai salah satu pemain terbesar di bisnis fast fashion global. Strateginya sederhana: menawarkan pakaian dengan harga supermurah dan model yang terus berganti.
Gaun seharga USD5 atau celana jins sekitar USD10 menjadi bagian dari daya tariknya di sekitar 160 negara.
Namun, pertumbuhan Shein belakangan tidak lagi sekencang sebelumnya.
Investor mulai mempertanyakan apakah perusahaan masih bisa mengulang pertumbuhan spektakuler yang membuat valuasinya hampir menyentuh USD100 miliar pada 2022.
Tekanan datang dari berbagai arah, mulai dari biaya yang meningkat, aturan perdagangan yang makin ketat, sampai persaingan e-commerce yang semakin brutal.
Belum lagi perubahan kebijakan perdagangan di sejumlah pasar utama yang membuat model bisnis pakaian murah Shein ikut terkena dampaknya.
Investor Besar Masih Ikut Masuk
Meski valuasinya turun drastis, Shein tetap mendapat dukungan dari sejumlah investor besar.
Investor cornerstone yang dipimpin pemegang saham lama, seperti Boyu, Tiger Global, dan General Atlantic, telah berkomitmen membeli saham senilai sekitar USD383 juta.
Tencent, Greenwoods, Taikang Life, dan UBS Asset Management juga ikut masuk dalam daftar investor.
Shein berencana menggunakan sekitar 80 persen dana IPO untuk mengembangkan teknologi sekaligus memperkuat merek dan ekspansinya secara global.
Namun, ada pula kewajiban besar yang harus diselesaikan.
Berdasarkan prospektus, Shein telah sepakat membayar hingga sekitar USD3,5 miliar secara tunai kepada investor tertentu yang sebelumnya membeli saham khusus dalam putaran pendanaan privat.
Dari sisi kontrol perusahaan, saham yang ditawarkan dalam IPO Hong Kong hanya memiliki hak suara sebesar sepersepuluh dibandingkan saham yang dimiliki para pendiri.
Alhasil, para pendiri Shine yakni Sky Yangtian Xu, Maggie Gu, Molly Miao, dan Tony Ren—tetap memegang sekitar 90 persen hak suara Shein.
Pertumbuhan Mulai Ngerem
IPO Shein datang ketika bisnis perusahaan sedang menghadapi fase yang tidak mudah.
Pertumbuhan pendapatan melambat, laba inti tertekan, sementara margin perusahaan ikut menyusut.
Dalam prospektusnya, Shein memperkirakan pertumbuhan pendapatan pada semester pertama 2026 akan berada di kisaran yang sama dengan pertumbuhan 1,1 persen pada kuartal I.
Margin operasional juga diperkirakan sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal pertama.
Shein menyebut sejumlah faktor yang menekan kinerja, termasuk biaya impor baru di Eropa, tekanan harga, serta melemahnya permintaan di Timur Tengah akibat konflik Iran.
Perusahaan bahkan mencatat kerugian kuartalan US$99 juta setelah Amerika Serikat menghapus pembebasan bea masuk untuk paket-paket kecil.
Selain itu, Shein mencatat beban nilai wajar sebesar US$328 juta terkait saham preferen yang dapat dikonversi dan ditebus (convertible redeemable preferred shares) akibat perubahan metode akuntansi.
IPO Terbesar di Hong Kong Tahun Ini
Meski valuasinya turun jauh dari masa kejayaannya, IPO Shein tetap menjadi salah satu transaksi terbesar di pasar saham Hong Kong tahun ini.
Dengan target dana hingga sekitar USD1,77 miliar, IPO Shein menjadi penjualan saham baru terbesar di Hong Kong pada 2026.
Posisi tersebut mengalahkan IPO perusahaan teknologi kendaraan otonom Momenta Global yang menggalang sekitar USD751 juta pada Juli 2026.
Di tingkat Asia, IPO Shein menjadi yang terbesar ketiga tahun ini, setelah CXMT dan China Resources New Energy yang masing-masing mengumpulkan sekitar USD9,8 miliar dan USD3,6 miliar melalui pasar domestik China.
Menariknya, di tengah berbagai tekanan tersebut, pasar IPO Hong Kong justru sedang panas-panasnya.
Data LSEG menunjukkan IPO di Hong Kong telah menghimpun sekitar USD41 miliar sepanjang 2026. Angka itu menjadi rekor untuk periode tersebut dan lebih dari dua kali lipat dibandingkan USD17 miliar yang dihimpun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Jadi, meski Shein masih menjadi nama besar di industri fast fashion, pasar kini memberikan harga yang jauh lebih realistis. Dari hampir USD100 miliar empat tahun lalu, valuasinya kini harus puas di sekitar USD27 miliar.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda