Korsel. Foto: Unsplash.
Korsel. Foto: Unsplash.

Korea Selatan Mau Kurangi Ketergantungan Minyak Timur Tengah Jadi 50% pada 2035

Arif Wicaksono • 23 September 2026 17:01
Ringkasnya gini..
  • Korea Selatan mulai mengubah strategi energinya setelah konflik di Timur Tengah mengganggu jalur pasokan global.
  • Pemerintah Negeri Ginseng menargetkan porsi impor minyak mentah dari Timur Tengah turun menjadi 50 persen pada 2035.
Seoul: Korea Selatan mulai mengubah strategi energinya setelah konflik di Timur Tengah mengganggu jalur pasokan global. Pemerintah Negeri Ginseng menargetkan porsi impor minyak mentah dari Timur Tengah turun menjadi 50 persen pada 2035.

Target tersebut masuk dalam rencana keamanan sumber daya alam untuk 10 tahun ke depan yang disusun Kementerian Perindustrian Korea Selatan.
 

Baca juga: Investor Ritel Korea Kehilangan Rp4 Triliun Akibat Penipuan Saham, Chatroom Jadi Modus Baru
 

Dikutip dari Channel News Asia, Pemerintah Korsel menilai rantai pasokan energi perlu diubah secara mendasar agar Korea Selatan tidak terlalu bergantung pada satu kawasan. Salah satu pelajaran yang diambil adalah risiko gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.

Saat ini, ketergantungan Korea Selatan terhadap minyak Timur Tengah masih cukup tinggi. Sekitar 70 persen impor minyak mentah negara itu berasal dari kawasan tersebut pada 2025.

Sebagian besar pasokan tersebut juga melewati Selat Hormuz, salah satu jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Kondisi ini membuat gangguan di kawasan tersebut berpotensi langsung memengaruhi pasokan energi Korea Selatan.

Untuk mengantisipasinya, pemerintah akan memperkuat cadangan minyak mentah. Targetnya, kapasitas penimbunan ditambah sekitar 20 juta barel hingga 2030.

Diversifikasi juga menyasar kondensat, yakni jenis minyak yang sangat ringan dan banyak digunakan sebagai bahan untuk menghasilkan nafta.

Korea Selatan tengah menghadapi tekanan pasokan nafta sejak konflik di Timur Tengah berlangsung. Nafta sendiri merupakan bahan baku penting bagi industri petrokimia.

Ketergantungan pada impor untuk memenuhi kebutuhan nafta juga masih tinggi. Sekitar 45 persen kebutuhan nafta Korea Selatan dipenuhi melalui impor, dengan sekitar 77 persen pasokannya selama ini berasal dari Timur Tengah.

Kurangi Ketergantungan Gas Alam 

Bukan cuma minyak, pemerintah juga ingin mengurangi ketergantungan terhadap gas alam dari kawasan tersebut. Korea Selatan menargetkan porsi impor gas dari Timur Tengah berada di bawah 30 persen pada 2035.

Target itu sebenarnya melanjutkan upaya diversifikasi yang sudah berjalan. Pada 2025, porsi impor gas Korea Selatan dari Timur Tengah telah turun menjadi sekitar 20 persen.

Strategi baru tersebut juga menyentuh sektor mineral penting. Pemerintah berencana memperluas daftar mineral kritis dari 38 menjadi 51 jenis. Tambahan dalam daftar tersebut mencakup 10 mineral tanah jarang serta germanium. Mineral-mineral ini memiliki peran penting dalam berbagai industri teknologi, termasuk produksi semikonduktor.

Dengan strategi tersebut, Korea Selatan tidak hanya berupaya memastikan kebutuhan energi tetap aman, tetapi juga memperkuat rantai pasokan bahan baku industri strategis. Diversifikasi menjadi kunci agar gangguan di satu kawasan tidak langsung mengganggu aktivitas ekonomi negara tersebut.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan