Penunjukan ini menjadi pengakuan atas pengalaman panjang Sri Mulyani di bidang keuangan pembangunan dan lembaga multilateral.
Dalam perannya, ia akan membantu menghimpun dukungan kebijakan maupun pendanaan dari negara donor dan negara penerima manfaat agar kapasitas pembiayaan IDA semakin kuat.
Melansir laman Bank Dunia, Kamis, 6 Agustus 2026, Sri Mulyani akan memimpin proses penggalangan dana IDA22 bersama Paschal Donohoe, Managing Director dan Chief Knowledge Officer WBG.
"Beliau terpilih untuk posisi ini dari daftar kandidat pilihan oleh komite seleksi yang terdiri dari perwakilan kelompok negara donor dan peminjam," jelas siaran pers tersebut.
| Baca juga: Sri Mulyani Masuk Dewan Yayasan Gates, Perkuat Fokus Global Pembangunan |
Pertemuan penggalangan dana IDA biasanya diadakan setiap tiga tahun sekali untuk menghimpun dana baru bagi IDA, lembaga World Bank Group yang menyediakan dana bagi negara-negara termiskin serta sebagai wadah bagi para mitra untuk meninjau kebijakan IDA.
Sejak IDA18, pertemuan penggalangan dana IDA dipimpin oleh dua ketua bersama seorang tokoh terkemuka independen yang memiliki pengetahuan memadai tentang bank pembangunan multilateral, dan seorang perwakilan tingkat tinggi WBG yang ditunjuk oleh Presiden lembaga tersebut.
Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang keuangan pembangunan internasional. Saat ini, beliau menjabat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow periode 2025-2026 di Universitas Oxford.
Ani sapaan hangatnya pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan perempuan pertama di Indonesia serta sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer WBG, sehingga membawa keahlian mendalam baik dalam kebijakan pembangunan maupun keuangan multilateral. Dia juga tercantum dalam daftar 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda