Singapura: Kabut asap dan cuaca panas mulai bikin warga Singapura harus ekstra waspada. Kondisi ini terutama berisiko bagi kelompok rentan seperti lansia yang tinggal sendirian.
Dikutip dari Strait Times, Senin 7 September 2028, melihat situasi tersebut, Palang Merah Singapura atau Singapore Red Cross (SRC) turun tangan. Sebanyak 700 orang akan mendapat paket bantuan untuk membantu mereka menghadapi kondisi udara yang memburuk dan suhu panas dalam beberapa hari ke depan.
| Baca juga: Karang Taruna Buka Rumah Oksigen di Palangka Raya atasi Kabut Asap Karhutla |
Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan praktis, mulai dari air minum, minuman isotonik, makanan siap saji, perlengkapan kebersihan hingga alat pembersih udara.
Dari total penerima bantuan, sebanyak 200 lansia berusia 70 tahun ke atas yang tinggal sendirian akan mendapat perhatian khusus.
Mereka akan menerima alat pembersih udara serta paket kebutuhan untuk menghadapi panas dan kabut asap. Sejumlah lansia bahkan akan mendapatkan bantuan pembayaran tagihan listrik selama tiga bulan.
Bantuan ini ditujukan untuk mengurangi beban biaya listrik akibat penggunaan alat pembersih udara sekaligus membantu lansia tetap berada di dalam rumah ketika kualitas udara memburuk.
Para penerima merupakan bagian dari sejumlah program SRC, termasuk layanan pemantauan dan perawatan lansia serta pendampingan medis dan transportasi.
SRC menilai paparan panas dan kabut asap dalam waktu lama bisa memberikan dampak serius bagi lansia. Karena itu, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi perlindungan tambahan tanpa membuat mereka harus sering keluar rumah.
Kualitas Udara Mulai Tidak Sehat
Langkah SRC ini dilakukan setelah kualitas udara Singapura memburuk. Pada 4 September, Indeks Standar Pencemaran (PSI) 24 jam di Singapura menembus angka 101 pada pagi hari. Level tersebut masuk kategori tidak sehat dan menjadi yang pertama terjadi sejak Oktober 2023.
Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) kemudian mulai mengeluarkan peringatan kabut asap secara harian. Bukan cuma lansia, sekitar 500 orang dari kelompok rentan lainnya juga akan mendapatkan paket bantuan dari SRC.
Isinya cukup lengkap, mulai dari air kelapa, minuman isotonik, makanan siap saji, perlengkapan kebersihan dasar hingga berbagai kebutuhan sehari-hari.
Tujuannya untuk memastikan mereka tetap terhidrasi, mengurangi aktivitas yang tidak perlu di luar ruangan, sekaligus membantu masyarakat mengikuti anjuran kesehatan dari NEA.
SRC juga mengaktifkan jaringan komunitas dan relawannya untuk membantu warga yang terdampak. Para relawan akan mendapat pelatihan untuk mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan akibat panas dan kabut asap. Mereka kemudian dapat mengambil tindakan ketika menemukan warga yang membutuhkan bantuan.
Sementara itu, relawan dan staf yang turun langsung ke lapangan akan dibekali masker N95 jika diperlukan saat bekerja di wilayah dengan kualitas udara buruk.
Sekretaris Jenderal sekaligus Kepala Eksekutif SRC, Benjamin William, mengatakan kondisi panas dan kualitas udara yang memburuk dapat memberikan dampak lebih besar kepada kelompok yang memang sudah rentan.
"Ketika suhu meningkat dan kualitas udara memburuk, dampaknya bisa jauh lebih serius bagi mereka yang sudah berisiko terkena dampaknya," kata Benjamin.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi tersebut dan tetap saling memperhatikan.
"Tidak seorang pun harus menghadapi kondisi ini sendirian. Kami mendesak semua orang untuk tetap waspada, mengikuti nasihat kesehatan resmi dan memeriksa mereka yang mungkin membutuhkan bantuan," ujarnya.
Bukan Pertama Kali
Respons terbaru SRC sebenarnya bukan aksi pertama menghadapi panas dan kabut asap Pada April lalu, organisasi tersebut telah melakukan penjangkauan ke berbagai wilayah Singapura dengan membagikan paket bantuan khusus untuk menghadapi kondisi panas dan kabut.
Program tersebut juga menyasar sekitar 450 pekerja migran yang bekerja di luar ruangan melalui edukasi mengenai cara menghadapi risiko panas.
SRC menyatakan masyarakat juga dapat ikut membantu melalui donasi untuk mendukung perlindungan kelompok rentan selama kondisi panas dan kabut asap berlangsung.
Donasi tersebut disebut memenuhi syarat untuk mendapatkan pengurangan pajak sebesar 250 persen sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat dapat berdonasi melalui kanal resmi Singapore Red Cross, PayNow, cek, donasi langsung di Rumah Palang Merah, maupun melalui penggalangan dana pihak ketiga. Bagi masyarakat Singapura, informasi donasi tersedia melalui situs resmi SRC dan platform Giving.sg.