Rencana tersebut menjadi bagian dari restrukturisasi terbesar dalam sejarah Volkswagen yang telah beroperasi hampir sembilan dekade.
Sebelumnya, Volkswagen telah mengumumkan rencana pengurangan 50.000 posisi pada Maret 2026. Tambahan pengurangan tenaga kerja yang kini disetujui membuat skala restrukturisasi perusahaan semakin besar.
Grup Volkswagen menaungi sejumlah merek otomotif besar, seperti Audi, Porsche, Skoda, dan Volkswagen. Perusahaan juga sedang mengevaluasi masa depan sejumlah pabriknya di Jerman.
Melansir dari BBC, Sabtu, 5 September 2026, CEO Volkswagen Oliver Blume menyebut keputusan tersebut sebagai sinyal kuat bagi masa depan perusahaan.
Langkah ini, menurut Blume, merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap seluruh tenaga kerja.
Volkswagen Hadapi Tekanan Penjualan dan Persaingan Mobil China
Keputusan memangkas tenaga kerja datang ketika Volkswagen menghadapi tekanan bisnis di sejumlah pasar utama.Produsen mobil yang dikenal melalui model Golf tersebut mengalami penurunan laba seiring merosotnya penjualan dan semakin ketatnya persaingan, terutama dari produsen mobil asal Tiongkok.
Penjualan Volkswagen di Tiongkok ikut tertekan dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, negara tersebut sebelumnya menjadi salah satu pasar terbesar bagi perusahaan.
Produsen mobil China juga semakin agresif memperluas pasar dengan menawarkan teknologi baru dan biaya produksi yang relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah pesaing global.
Salah satu pemain yang mengalami pertumbuhan pesat adalah BYD. Perusahaan tersebut mencatat peningkatan penjualan di berbagai pasar, termasuk Inggris, Uni Eropa, dan Asia Tenggara.
Tekanan juga datang dari Amerika Serikat. Penjualan Volkswagen di pasar AS mengalami penurunan, salah satunya dipengaruhi kebijakan tarif impor mobil yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Volkswagen mengatakan penyesuaian tenaga kerja diperlukan untuk menjaga daya saing perusahaan di tengah perubahan permintaan konsumen dan perkembangan teknologi.
"Penyesuaian mendasar terhadap kapabilitas tenaga kerja global diperlukan" demi menjaga daya saing perusahaan di tengah perubahan permintaan dan perkembangan teknologi.
Perusahaan menyebut pengurangan tenaga kerja sekitar 50.000 posisi akan mencakup berbagai bagian di dalam grup, termasuk posisi manajemen.
Perusahaan juga sedang berupaya menyederhanakan bisnisnya. Volkswagen menargetkan pengurangan jumlah model yang diproduksi hingga 50 persen serta memangkas kompleksitas lini produknya sebesar 75 persen pada 2035.
Strategi tersebut dilakukan dengan memprioritaskan kendaraan yang dinilai paling menarik bagi pasar dan meningkatkan volume produksi untuk setiap model. Langkah ini diharapkan dapat membantu perusahaan menekan biaya produksi.