ILustrasi The Fed. Foto: AFP/Mandel Ngan
ILustrasi The Fed. Foto: AFP/Mandel Ngan

The Fed Pertahankan Suku Bunga

Annisa ayu artanti • 18 Juni 2026 08:16
Ringkasnya gini..
  • The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5-3,75 persen karena inflasi masih tinggi.
  • Inflasi AS diproyeksikan tetap di atas target 2 persen dalam beberapa tahun ke depan.
  • Investor menanti sinyal kapan Federal Reserve mulai menurunkan suku bunga.
Washington: Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) kembali memilih menahan suku bunga acuannya. 
 
Keputusan ini menjadi perhatian pelaku pasar global karena terjadi di tengah inflasi yang masih tinggi, ketidakpastian geopolitik, dan proyeksi ekonomi yang mulai mengalami penyesuaian.
 
Dalam hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC), The Fed memutuskan mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal atau fed funds rate di level 3,5 persen hingga 3,75 persen.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa bank sentral AS masih berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan moneternya, sekaligus menegaskan fokus utama mereka untuk membawa inflasi kembali ke target jangka panjang sebesar 2 persen.
 
Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga 3,75%, Bagaimana Arah Bitcoin?

"Aktivitas ekonomi berkembang dengan kecepatan yang solid meskipun ketidakpastian yang tinggi sebagian disebabkan oleh konflik di Timur Tengah. Pertumbuhan produktivitas dan investasi modal kuat. Penambahan lapangan kerja sejalan dengan angkatan kerja, dan tingkat pengangguran sedikit berubah," kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam sebuah pernyataan dilansir Xinhua, Kamis, 18 Juni 2026.
 
FOMC menegaskan kembali kebijakannya ini untuk mempertahankan cadangan yang cukup dalam sistem perbankan. Seluruh 12 anggota FOMC memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Ekonomi AS

Setelah pertemuan FOMC yang diadakan pada hari Selasa dan Rabu, para peserta pertemuan menyampaikan proyeksi mereka tentang kemungkinan hasil yang paling mungkin untuk pertumbuhan PDB riil, tingkat pengangguran, dan inflasi untuk setiap tahun dari 2026 hingga 2028 dan dalam jangka panjang.
 
Anggota Dewan Federal Reserve dan presiden Bank Federal Reserve memproyeksikan bahwa pertumbuhan PDB median AS akan mencapai 2,2 persen pada tahun 2026, lebih rendah dari proyeksi Maret sebesar 2,4 persen. 
 
Tingkat pengangguran median akan mencapai 4,3 persen pada tahun 2026, turun dari proyeksi Maret sebesar 4,4 persen. Proyeksi pertumbuhan PDB dan pengangguran mereka untuk tahun 2027 masing-masing sebesar 2,3 persen dan 4,3 persen, tidak berubah dari proyeksi Maret.
 
Mengenai inflasi berdasarkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, peserta pertemuan FOMC memproyeksikan inflasi sebesar 3,6 persen untuk tahun 2026 dan 2,3 persen untuk tahun 2027, keduanya lebih tinggi dari proyeksi Maret sebesar 2,7 persen dan 2,2 persen.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan