Dilansir dari laman BBC pada Selasa, 29 September 2026, perusahaan induk milik Beckham, DRJB Holdings, mencatat keuntungan hampir 50 juta Euro atau setara dengan Rp1,02 triliun pada tahun 2025, naik 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penjualan perusahaan juga meningkat dari 72,2 juta Euro (Rp1,47 triliun) menjadi 84 juta Euro (Rp1,71 triliun), dengan berbagai kemitraan iklan yang terjadi menjelang Piala Dunia 2026 ikut mendorong pertumbuhan tersebut.
Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Bisnis Beckham
Menjelang Piala Dunia 2026, Beckham menggandeng sejumlah perusahaan besar seperti Bank of America, McDonald's, Verizon, dan PepsiCo Lay's. Kehadirannya juga muncul dalam berbagai kampanye iklan di Amerika Serikat, termasuk untuk Stella Artois, Home Depot, dan Lay's.
Tak berhenti beriklan, Beckham juga memperluas bisnisnya melalui berbagai produk. Pada tahun 2025, ia meluncurkan koleksi pakaian pria bersama Hugo Boss, sepatu sepak bola Adidas Predator, serta koleksi kacamata dengan produsen asal Italia, Safilo.
Pertumbuhan DRJB Holdings juga ditopang oleh bisnis suplemen kesehatan milik Beckham. Perusahaan tersebut hampir setengahnya dimiliki Beckham, sementara sebagian saham lainnya dimiliki Authentic Brands Group, perusahaan yang juga menaungi merek seperti Reebok serta sejumlah brand selebritas.
DRJB kemudian membayarkan dividen 38,9 juta Euro (Rp795,58 miliar) kepada para pemegang saham, disusul pembayaran khusus 46,6 juta Euro (Rp953,06 miliar) setelah tahun keuangan berakhir.
Dari pembagian tersebut, bagian yang diterima Beckham diperkirakan mencapai sekitar 38,5 juta Euro atau setara dengan Rp787,40 miliar. (Wisa Irena Br Sitepu)