Mulai 1 Juli, maskapai resmi menghentikan layanan penerbangan langsung di rute tersebut dan menggantinya dengan skema penerbangan transit melalui Kuala Lumpur.
Kebijakan ini membuat waktu perjalanan yang sebelumnya kurang dari dua jam berpotensi menjadi lebih dari 10 jam, tergantung lama waktu transit di ibu kota Malaysia tersebut.
Kepala eksekutif grup AirAsia X, Bo Lingam, mengatakan AirAsia sedang mengoptimalkan jaringannya dengan mengalokasikan kembali kapasitasnya ke rute-rute yang berkinerja lebih baik, menambahkan harga bahan bakar jet yang lebih tinggi akibat perang di Timur Tengah telah mendorongnya untuk mengurangi beberapa penerbangan.
| Baca juga: Target AirAsia di Agustus 2026: Buka Rute Baru hingga Tarif Lebih Hemat |
"Layanan penerbangan transit melalui Kuala Lumpur dan hub lainnya untuk menangkap permintaan secara lebih efisien," sebutnya dalam konferensi pers awal pekan ini yang kemudian dilansir dari The Straits Times, Sabtu, 27 Juni 2026.
Analis penerbangan independen Brendan Sobie dari Sobie Aviation mengatakan, dengan maskapai lain yang menawarkan 31 penerbangan langsung setiap hari dari Singapura ke Jakarta, sangat sedikit penumpang yang akan menerima transit AirAsia ketika pilihan penerbangan langsung murah lainnya tersedia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda