Hongkong: Kolaborasi lintas negara dinilai menjadi salah satu kunci untuk membangun pusat keuangan yang mampu bersaing di era digital. Kawasan Investasi Keuangan Khusus Tamchy (Tamchy Special Financial Investment Territory/Tamchy SFIT) mendorong kerja sama antarpusat keuangan di Asia melalui inisiatif NextFinance.
Gagasan tersebut diperkenalkan dalam ajang Hong Kong FinTech Week 2026. Melalui inisiatif ini, Tamchy SFIT ingin membuka ruang kolaborasi internasional, mulai dari pertukaran pengetahuan hingga pengembangan proyek bersama untuk memperkuat ekosistem keuangan masa depan.
Fokusnya tidak hanya pada pengembangan teknologi finansial, tetapi juga membangun pusat keuangan yang lebih adaptif terhadap perubahan ekonomi global dan kebutuhan pelaku usaha maupun investor.
Usulan tersebut disampaikan Ayaz Baetov, Utusan Khusus Presiden Republik Kirgizstan, Wakil Tetap Kirgizstan untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekaligus Wakil Ketua Pertama Management Council Tamchy SFIT.
Baetov menilai, transformasi teknologi membuat pusat keuangan harus terus beradaptasi. Penggunaan solusi digital dan penciptaan iklim bisnis yang kompetitif menjadi faktor penting untuk menarik investor serta mendukung pertumbuhan sektor keuangan.
"Masa depan pusat keuangan bergantung pada kemampuannya beradaptasi dengan perubahan teknologi, mengadopsi solusi digital, dan menciptakan lingkungan tempat pelaku usaha dan investor dapat berkembang," kata Baetov.
Dia menambahkan, tantangan tersebut tidak bisa diselesaikan oleh satu negara atau yurisdiksi saja. Karena itu, kerja sama internasional diperlukan untuk menyatukan keunggulan masing-masing pusat keuangan.
Kirgizstan Jajaki Kerja Sama dengan Hong Kong
Selain memperkenalkan NextFinance, Tamchy SFIT juga mulai menjajaki peluang kolaborasi yang lebih konkret dengan Hong Kong.
Di sela-sela Hong Kong FinTech Week 2026, Baetov bertemu dengan Joseph Chan, Wakil Sekretaris Jasa Keuangan dan Perbendaharaan Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong.
Pertemuan tersebut membahas peluang mempererat hubungan sektor keuangan Kirgizstan dan Hong Kong. Beberapa bidang yang menjadi perhatian mencakup kerja sama antarlembaga keuangan, pertukaran pengetahuan mengenai regulasi, hingga pengembangan teknologi finansial.
Hong Kong juga membuka peluang keterlibatan Tamchy SFIT dalam Asian Financial Forum (AFF) yang dijadwalkan berlangsung pada 26–27 Januari 2027.
Joseph Chan menyatakan Hong Kong siap memperluas kerja sama dengan Kirgizstan dan Tamchy SFIT, terutama dalam pengembangan layanan keuangan dan inovasi digital.
Menurutnya, pertukaran pengalaman dan keahlian dapat membuka peluang baru bagi kedua pihak sekaligus memperkuat hubungan sektor keuangan lintas negara.
Pasang Logo di 1.500 Taksi Hong Kong
Di luar agenda kerja sama kelembagaan, Tamchy SFIT juga menyiapkan strategi untuk memperkenalkan identitasnya kepada masyarakat internasional.
Sekitar 1.500 taksi di Hong Kong direncanakan menggunakan logo Tamchy SFIT sebagai bagian dari kampanye peningkatan eksposur internasional.
Pemilihan Hong Kong sebagai lokasi kampanye dinilai strategis karena kota tersebut merupakan salah satu pusat bisnis dan keuangan utama di Asia, dengan populasi sekitar 7,5 juta jiwa.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Tamchy SFIT membangun pengenalan merek di pasar internasional, sekaligus memperkenalkan ambisinya sebagai salah satu pusat keuangan generasi berikutnya.