Ilustrasi ekonomi Jepang. Foto: Unsplash.
Ilustrasi ekonomi Jepang. Foto: Unsplash.

Anggota Dewan Bank Sentral Jepang Dorong Kenaikan Suku Bunga Lebih Cepat

Arif Wicaksono • 03 September 2026 07:15
Ringkasnya gini..
  • Bank of Japan (BOJ) dinilai perlu mempercepat kenaikan suku bunga untuk merespons tekanan inflasi yang semakin kuat.
  • BOJ perlu lebih fleksibel dalam menentukan kebijakan suku bunga. Menurut dia, bank sentral Jepang tidak seharusnya terpaku pada pola kenaikan dengan interval atau besaran tertentu.

Sapporo: Bank of Japan (BOJ) dinilai perlu mempercepat kenaikan suku bunga untuk merespons tekanan inflasi yang semakin kuat. Pandangan tersebut disampaikan anggota dewan BOJ yang dikenal hawkish, Hajime Takata, di tengah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Jepang.

Dia mengatakan BOJ perlu lebih fleksibel dalam menentukan kebijakan suku bunga. Menurut dia, bank sentral Jepang tidak seharusnya terpaku pada pola kenaikan dengan interval atau besaran tertentu.

Baca juga: Ruang Kenaikan Suku Bunga BI Masih Terbuka, Rupiah dan Inflasi Jadi Penentu

Takata menyebut 2026 sebagai titik balik penting bagi kebijakan moneter Jepang. Pada fase ini, BOJ dinilai perlu merespons perubahan kondisi ekonomi dan harga secara lebih cepat, bukan sekadar mengikuti pola kenaikan suku bunga yang sudah diperkirakan pasar.

"Keputusan seperti itu harus dibuat berdasarkan pertemuan demi pertemuan sebagai respons terhadap perkembangan kondisi ekonomi dan harga," ujar Takata dikutip dari Channel News Asia. 

Takata merupakan satu-satunya anggota dewan yang menentang keputusan BOJ pada Juli lalu untuk mempertahankan suku bunga jangka pendek. Sikap tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu suara paling agresif di internal bank sentral Jepang dalam mendorong pengetatan kebijakan moneter.

Ekonomi Global Berubah

Takata menilai kondisi ekonomi global saat ini telah berubah cukup signifikan dibandingkan beberapa tahun terakhir. Pemulihan ekonomi global, menurut dia, mendapat dukungan dari kebijakan fiskal serta derasnya investasi di sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Jepang juga menghadapi tekanan harga yang berasal dari faktor eksternal, termasuk dampak konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya berbagai komoditas dan menambah tekanan inflasi di dalam negeri.

Meski mendorong kebijakan yang lebih agresif, Takata tidak memberikan petunjuk mengenai besaran maupun waktu kenaikan suku bunga berikutnya.

Sebelumnya, sejumlah sumber mengatakan BOJ berpotensi menaikkan suku bunga paling cepat dalam pertemuan kebijakan yang berlangsung hingga 18 September. Bank sentral Jepang juga disebut tengah mempertimbangkan langkah yang lebih agresif setelah kenaikan berikutnya, dibandingkan pola kenaikan sekitar dua kali dalam setahun yang selama ini menjadi acuan pasar.

Imbal Hasil JGB Tembus 3 Persen

Takata juga mendapat pertanyaan mengenai imbal hasil obligasi pemerintah Jepang atau Japanese Government Bond (JGB) tenor 10 tahun yang sempat menyentuh 3 persen pada pekan ini.

Dia enggan memberikan pandangan mengenai level imbal hasil tertentu. Namun, Takata menilai kenaikan imbal hasil tersebut secara umum mencerminkan tren peningkatan suku bunga global.

Menurutnya, kenaikan tersebut terjadi di tengah pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, meningkatnya investasi berbasis AI, serta tekanan inflasi yang masih bertahan di berbagai negara.

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin bisnis Sapporo pada Rabu pagi, Takata juga memperingatkan potensi volatilitas pasar keuangan apabila terdapat perbedaan yang terlalu besar antara kebijakan moneter Jepang dan negara-negara lain.

Pasar valuta asing menjadi salah satu sektor yang paling rentan terhadap kondisi tersebut.

"BOJ perlu beralih dari sikap saat ini yang mendorong kenaikan inflasi dan menunjukkan kepada pasar tekadnya untuk mencegah kenaikan harga, sambil mempertimbangkan dampaknya melalui pasar valuta asing," kata Takata.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan