Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Emas Dunia Anjlok Usai Powell Kembali Dicalonkan Jadi Ketua Fed

Ekonomi Harga Emas emas Harga Emas Dunia
Antara • 23 November 2021 07:38
Chicago: Harga emas dunia anjlok lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Emas tertekan dolar yang menguat setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell dinominasikan untuk masa jabatan kedua, mendorong ekspektasi bank sentral dapat tetap berada di jalur pengurangan dukungan ekonomi.
 
Mengutip Antara, Selasa, 23 November 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange turun tajam USD45,3 atau 2,45 persen menjadi USD1.806,30 per ons. Sementara emas di pasar spot juga jatuh 2,1 persen, menjadi diperdagangkan di USD1.805,30 per ons pada pukul 19.00 GMT, terendah sejak 5 November.
 
Akhir pekan lalu, Jumat, 19 November, emas berjangka terpangkas USD9,8 atau 0,53 persen menjadi USD1.851,60 per ons, setelah jatuh USD8,8 atau 0,47 persen menjadi USD1.861,40 pada Kamis, 19 November, dan setelah terangkat sebanyak USD16,1 atau 0,87 persen menjadi USD1.870,20 pada Rabu, 17 November.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Emas dijual karena anggapan mungkin The Fed akan mempertahankan jalur kebijakan moneternya saat ini sebagai lawan dari nominasi Lael Brainard," kata Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff.
 
Ia menambahkan, Brainard akan dianggap membuka jalan untuk lebih kebijakan dovish. "Ini hanya reaksi spontan dari pasar emas," kata Wyckoff, dengan dolar menguat ke level tertinggi sejak Juli tahun lalu. Pencalonan kembali Powell juga menyebabkan lonjakan imbal hasil obligasi Pemerintah AS.

Obligasi AS

Kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS semakin memperlemah emas, membuat emas mengalami penurunan harian tertajam dalam lebih dari tiga bulan. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi mahal bagi pembeli luar negeri, sementara suku bunga yang lebih tinggi diterjemahkan menjadi peningkatan peluang kerugian memegang emas.
 
Pasar uang sekarang memperkirakan Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juni 2022 dibandingkan sebelumnya pada Juli.
 
"Pergerakan yang lebih tinggi dengan imbal hasil riil telah mempercepat beberapa pelemahan emas, tetapi terlalu dini bagi investor yang berpikir ini adalah awal dari tren yang berkelanjutan," kata analis pasar senior di broker Oanda, Edward Moya.
 
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 48,4 sen atau 1,95 persen menjadi USD24,297 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari turun USD20,9 atau 2,02 persen menjadi USD1.015,1 per ons.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif