Industri ekonomi kreatif Indonesia terus berkembang seiring munculnya semakin banyak perusahaan kreatif independen dengan bisnis kolaboratif. Foto: Istimewa.
Industri ekonomi kreatif Indonesia terus berkembang seiring munculnya semakin banyak perusahaan kreatif independen dengan bisnis kolaboratif. Foto: Istimewa.

Kolaborasi Agensi jadi Motor Industri Ekonomi Kreatif

Arif Wicaksono • 28 Juli 2026 06:41

Jakarta: Industri ekonomi kreatif Indonesia terus berkembang seiring munculnya semakin banyak perusahaan kreatif independen yang mengusung model bisnis kolaboratif. Perubahan ini menunjukkan bahwa pelaku industri tidak lagi hanya menjual jasa kreatif, tetapi juga membangun ekosistem yang menghubungkan strategi, teknologi, data, media, hingga pengembangan bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi klien.

Salah satu contoh perkembangan tersebut ditunjukkan oleh Feel Good Network yang menunjuk Innercircle dan BRICKS sebagai dua agensi kreatif utama dalam jaringannya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terintegrasi sekaligus meningkatkan daya saing industri kreatif Indonesia di tingkat regional.

Baca juga: IPO RANS Resmi Melantai di BEI, Nagita Slavina Ingin Kreativitas Jadi Intellectual Property

CEO Feel Good Network, Wisnu Satya Putra, mengatakan pertumbuhan industri kreatif saat ini membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menghasilkan ide-ide kreatif. Menurutnya, pelaku industri harus mampu menggabungkan strategi bisnis, kreativitas, serta eksekusi yang terukur agar mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan klien.

"Kami melihat pertumbuhan sebagai sesuatu yang harus dirancang, bukan sekadar dikejar. Hal itu membutuhkan fondasi merek yang kuat, arah strategis yang jelas, serta kemampuan menerjemahkan ide menjadi hasil bisnis yang terukur," ujar Wisnu dalam keteranganya. 

Menurut dia, pendekatan kolaboratif menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan berbagai spesialisasi dalam satu jaringan, perusahaan dapat menghadirkan layanan yang lebih menyeluruh tanpa kehilangan fleksibilitas yang menjadi keunggulan agensi independen.

Innercircle menjadi salah satu contoh perusahaan kreatif yang mengadopsi model agensi butik. Didirikan Morica Lim dan Eve Wongsosaputro, perusahaan ini memilih menangani jumlah klien yang lebih terbatas agar setiap proyek dapat dikerjakan secara mendalam. Dalam dua tahun terakhir, Innercircle telah menangani berbagai merek, seperti Pizza Hut, Mead Johnson, VinFast, Indofood, dan Lion Wings.

Sementara itu, BRICKS mengembangkan pendekatan yang menggabungkan strategi pemasaran, analisis data, kreativitas, serta pengelolaan klien dalam satu sistem kerja. Model tersebut diterapkan dalam kampanye Nivea Deodorant yang menghasilkan pertumbuhan gross merchandise value (GMV) daring sebesar 139 persen, earned media value ratio 37:1, serta lebih dari 273 juta impresi dalam kurun 30 hari.

Pendiri BRICKS, Stephanie Putri Fajar, mengatakan agensi kreatif kini dituntut tidak hanya mampu memproduksi materi kampanye, tetapi juga memberikan rekomendasi strategis yang berdampak terhadap pertumbuhan bisnis klien. Menurutnya, kreativitas harus mampu diterjemahkan menjadi hasil yang terukur.

Kolaborasi antara Innercircle dan BRICKS di bawah Feel Good Network juga mencerminkan arah baru industri ekonomi kreatif Indonesia yang semakin mengedepankan sinergi lintas bidang, mulai dari budaya digital, ekonomi kreator, produksi konten, media, hingga analisis data.

Model tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi perusahaan kreatif nasional dalam menghadapi persaingan di kawasan Asia Tenggara. Feel Good Network sendiri sebelumnya telah memperluas jaringannya melalui peluncuran Tales Asia di Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem kreatif regional.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa ekonomi kreatif Indonesia tidak lagi hanya mengandalkan kreativitas sebagai produk utama. Ke depan, daya saing industri akan semakin ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha membangun kolaborasi, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan model bisnis yang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan