Masalah akses pasar inilah yang coba dijawab IKEA Indonesia bersama Pemerintah Kota Tangerang. Keduanya resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperluas pelaksanaan Program Teras Indonesia, yang fokus membuka kesempatan bagi UMKM lokal masuk ke ekosistem ritel modern.
Lewat kerja sama ini, produk UMKM Kota Tangerang berpeluang mendapatkan ruang untuk dipasarkan di toko-toko IKEA Indonesia. Bukan cuma soal jualan, program tersebut juga diarahkan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kemampuan dan kualitas bisnisnya agar lebih siap menghadapi persaingan.
Penandatanganan MoU dilakukan di IKEA Alam Sutera dan dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Tangerang bersama manajemen IKEA Indonesia. Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana sektor swasta dan pemerintah daerah bisa duduk bareng untuk membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal.
Group Sustainability and Food Transformation Manager IKEA DFI Retail Group, Hugo Asplund, mengatakan IKEA melihat banyak UMKM Indonesia memiliki produk dan potensi yang bisa berkembang lebih jauh apabila mendapatkan akses serta ruang yang tepat.
“Di IKEA Indonesia, kami percaya bahwa setiap UMKM memiliki potensi untuk terus berkembang ketika diberikan ruang yang tepat. Program Teras Indonesia merupakan wujud komitmen jangka panjang IKEA Indonesia untuk tumbuh bersama masyarakat dan memperkuat ekosistem UMKM sebagai bagian dari upaya menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang,” ujar Hugo.
Menurutnya, kerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang diharapkan bisa memberikan kesempatan lebih besar bagi UMKM lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada konsumen sekaligus meningkatkan daya saing bisnis.
Hampir 10 Tahun Jadi “Etalase” UMKM
Program Teras Indonesia sebenarnya bukan pemain baru. Program ini sudah berjalan sejak 2017, atau hampir satu dekade, sebagai bagian dari upaya IKEA Indonesia memberikan akses pasar kepada UMKM di berbagai daerah tempat perusahaan beroperasi.Selama periode tersebut, lebih dari 1.300 UMKM telah mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produknya melalui program tersebut. Yang menarik, UMKM dapat memasarkan produk di toko IKEA Indonesia tanpa biaya.
Jadi, konsepnya bukan sekadar “titip produk lalu selesai”. IKEA juga memberikan pelatihan dasar kepada pelaku usaha agar mereka lebih siap menghadapi karakteristik pasar ritel modern.
Materinya mencakup berbagai hal yang cukup dekat dengan kebutuhan bisnis sehari-hari, mulai dari cara menata produk, strategi penjualan, hingga bagaimana memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Buat UMKM, pengalaman tersebut bisa menjadi semacam “upgrade skill” untuk memahami bagaimana produk harus dikemas dan dipasarkan ketika masuk ke lingkungan ritel modern.
Program ini juga berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai pihak pemerintah, termasuk Kementerian Koperasi, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian. Kerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang kini menjadi langkah berikutnya untuk memperluas jangkauan program hingga level daerah.
Ketua Harian Dekranasda Kota Tangerang, Suli Rosadi, mengatakan kolaborasi lintas sektor dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem UMKM yang lebih kuat.
“Kolaborasi merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem UMKM yang tangguh dan berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, kami berharap semakin banyak UMKM Kota Tangerang memperoleh akses ke pasar yang lebih luas, meningkatkan kualitas produknya, serta memperkuat daya saingnya,” kata Suli.
Saat ini, Teras Indonesia sudah tersedia di seluruh toko IKEA Indonesia. Lokasinya mencakup IKEA Alam Sutera, IKEA Sentul, IKEA Kota Baru Parahyangan, IKEA Jakarta Garden City, IKEA Bali, IKEA Mall Taman Anggrek, dan IKEA Surabaya.
Dengan semakin luasnya jaringan tersebut, kesempatan UMKM untuk membawa produk lokal ke hadapan konsumen juga ikut terbuka. Bagi pelaku usaha, akses seperti ini bisa menjadi salah satu jalan untuk menguji respons pasar sekaligus membangun pengalaman sebelum masuk ke kanal ritel yang lebih besar.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda