PT Inti, Sucofindo, dan Dinamika Utama Jaya akan memproduksi tabung LPG composite pertama di Indonesia. FOTO: dok istimewa.
PT Inti, Sucofindo, dan Dinamika Utama Jaya akan memproduksi tabung LPG composite pertama di Indonesia. FOTO: dok istimewa.

BUMN INTI Produksi Tabung LPG Komposit Pertama di RI

Ekonomi bumn tabung gas
Ade Hapsari Lestarini • 18 September 2019 15:59
Bandung: PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) (Inti) siap memproduksi tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) Composite untuk pertama kalinya di Indonesia.
 
Produksi tabung gas berbahan komposit serat bersifat mekanik, kekakuan, dan ketahanan panas yang lebih baik ketimbang logam ini, sejalan dengan agenda pemerintah yang gencar melakukan konversi energi dari penggunaan minyak tanah menjadi gas elpiji.
 
"Produksi tabung gas komposit serat ini merupakan yang pertama di Indonesia. Ini merupakan salah satu wujud kontribusi nyata dari PT Inti untuk membangun kemandirian industri dalam negeri. Kami targetkan fasilitas produksi ini siap beroperasi pada Februari 2020," ungkap Direktur Utama PT Inti Darman Mappangara, di sela penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Pekerjaan Pembangunan, Penyediaan, dan Pengawasan Produksi Tabung LPG Composite, di Kantor Pusat PT INTI (Persero), seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 18 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kolaborasi antara perusahaan pelat merah dan swasta ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tabung gas yang terus meningkat, sekaligus mendukung PT Pertamina (Persero) yang mendapat tugas dari pemerintah untuk mendistribusikan bahan bakar yang tersedia dalam ukuran tiga kilogram (kg), 5,5 kg, serta 12 kg tersebut. Aksi korporasi ini akan dieksekusi melalui kerja sama PT Inti, PT Sucofindo, dan PT Dinamika Utama Jaya.
 
Kerja sama strategis itu diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Inti Darman Mappangara, Direktur Utama PT Sucofindo Bachder Djohan Buddin, dan Direktur Utama PT Dinamika Utama Jaya Zaenal Aziz.
 
Dalam kesepakatan ini, ketiga perusahaan menyepakati pembagian tugas yaitu PT Inti akan menyediakan sarana dan prasarana pabrik untuk produksi tabung LPG composite, PT Dinamika Utama Jaya akan merancang sarana dan prasarana produksi, sedangkan PT Sucofindo berperan untuk melakukan pengawasan kendali mutu berbasis sistem teknologi informatika terhadap barang yang sudah dibuat, sekaligus pengawasan saat penyebaran dan pengisian tabung LPG composite.
 
Rencananya, produksi tabung LPG composite ini akan dipusatkan di pabrik yang beroperasi di atas lahan seluas 80 ribu meter persegi milik PT Inti. Pada tahap awal produksi, tabung LPG composite yang telah mengantongi lisensi dari Hyundai BS&E itu akan diproduksi dalam dua shift, dengan kapasitas rata-rata sekitar 1.000-1.200 tabung per hari, dalam satu line produksi. Harapannya, kapasitas produksi ini dapat terus meningkat dan memenuhi kebutuhan tabung LPG composite di pasar ekspor dan domestik di masa mendatang.
 
Darman Mappangara menambahkan penyiapan sarana dan prasarana produksi ini sesuai dengan misi PT Inti untuk menjadi pionir tumbuhnya industri dalam negeri. "Dengan diproduksinya tabung LPG composite di PT Inti juga merupakan bukti bahwa industri dalam negeri, khususnya BUMN, memiliki kemampuan dan teknologi yang tidak kalah dibandingkan negara lainnya," kata dia.
 
Sementara itu, Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan Buddin mengatakan dalam kerja sama ini perseroan berperan sebagai pengawas kendali mutu berbasis sistem teknologi informatika terhadap tabung gas yang sudah dibuat di Indonesia. "Selain itu, Sucoindo juga akan mengawasi penyebaran dan pengisian tabung gas LPG composite," ujar Bachder Djohan Buddin.
 
Bachder menyatakan kerja sama ini adalah wujud komitmen perseroan dalam mengimplementasikan BUMN Hadir untuk Negeri, khususnya memberikan manfaat bagi Negeri terkait penyediaan tabung gas.
 
"Manfaat ini pun akan berdampak secara langsung dalam memberikan nilai tambah maksimal bagi semua pihak dan memperkuat proses bisnis masing-masing," kata Bachder.
 
Dalam kesempatan yang sama,Direktur Utama PT Dinamika Utama Jaya Zaenal Aziz mengatakan aliansi strategis ini merupakan langkah nyata korporasi dari pelaku bisnis swasta, untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Sebab, dengan adanya tabung gas berbahan komposit ini, tambahnya, ke depannya masyarakat pengguna gas elpiji akan mendapatkan pilihan.
 
Menurut Zaenal, dengan menggunakan material berbahan komposit, tabung gas ini lebih aman dibandingkan tabung berbahan logam. Selain itu, produk tabung gas berteknologi tinggi ini tidak hanya potensial untuk konsumsi dalam negeri, tapi juga memberikan peluang untuk pasar ekspor, yang tentunya akan memberikan devisa untuk negara.
 
Adapun dengan teknologi terkini dari Hyundai, PT Dinamika Utama Jaya akan merancang sarana dan prasarana produksi, yang pada akhirnya akan menghasilkan tabung gas yang tidak hanya aman, tapi juga berteknologi tinggi. Saat ini, PT Dinamika Jaya Utama merupakan satu-satunya pemegang lisensi dari Hyundai untuk teknologi tabung gas ini.
 
"Sejalan dengan berkembangnya teknologi informasi, dalam produksi tabung gas ini, kami akan menerapkan teknologi berbasis End to End ERP to CRM ber Artificial Intelegent & Internet of Things (IoT), baik untuk manufacturing, filling, distribusi, maupun refilling cycle-nya," pungkas Zaenal.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif