NEWSTICKER
 PT Pertamina saat melakukan sosialisasi Biosolar B30 sekaligus site visit kepada pelaku industri perkebunan wilayah Papua. Foto: Medcom.id/ Roylinus Ratumakin
PT Pertamina saat melakukan sosialisasi Biosolar B30 sekaligus site visit kepada pelaku industri perkebunan wilayah Papua. Foto: Medcom.id/ Roylinus Ratumakin

Pertamina Sosialisasikan Penggunaan B30 untuk Industri Papua

Ekonomi pertamina bio solar
Roylinus Ratumakin • 30 Januari 2020 13:14
Jayapura: PT Pertamina (Persero) mensosialisasilan penggunan biodiesel (B30) sebagai bahan bakar bagi pelaku industri perkebunan di wilayah Papua. Sosialisasi tersebut seiring implementasi program mandatori B30 pada akhir tahun lalu.
 
“Sosialisasi produk B30 untuk industri merupakan langkah Pertamina untuk mendorong percepatan penggunaan biodiesel khususnya Biosolar B30 kepada kalangan industri pasca implementasi perdana B30 pada akhir tahun 2019 lalu,” kata Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR VIII Pertamina Brasto Galih NugrohoBrasto, di Jayapura, Papua, Kamis, 30 Januari 2020.
 
Brasto menuturkan biodiesel merupakan bahan bakar nabati untuk aplikasi mesin atau motor diesel berupa ester metil asam lemak (fatty acid methyl ester/FAME) yang terbuat dari minyak nabati atau lemak hewani melalui proses esterifikasi/transesterifikasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 227 K/10/MEM/2019 tentang Pelaksanaan Uji Coba Pencampuran Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel 30% (B30) ke dalam Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar, kebijakan B30 pada sektor transportasi berlaku pada produk solar subsidi yakni Biosolar, serta non subsidi Dexlite,” ujarnya.
 
Penyaluran perdana produk Biosolar B30 di wilayah operasional Pertamina MOR (Marketing Operation Region) VIII Maluku – Papua dilakukan sejak Desember 2019 yang diawali di wilayah Sorong, Papua Barat. Selain untuk sektor transportasi masyarakat, implementasi Biosolar B30 ini semakin dipercepat untuk sektor industri.
 
“Pertamina terus mempercepat implementasi B30 untuk keperluan transportasi dan industri hingga ke seluruh wilayah, termasuk Papua,” katanya.
 
Brasto menambahkan, selain aspek regulasi B30, kegiatan sosialisasi dan site visit dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada konsumen Pertamina tentang produk B30, kesiapan Pertamina dalam distribusi B30, dampak B30 terhadap mesin dan alat berat serta handling B30 secara tepat.
 
“Kebutuhan Biosolar rutin industri kelapa sawit di Boven Digoel, salah satunya yang dipasok untuk PT Bio Inti Agrindo cukup besar yakni sebanyak 500 kilo liter(KL)/bulan dan akan meningkat sebanyak 700KL/bulan kedepannya. Oleh karena itu, sosialisasi dan site visit kali ini diharapkan agar konsumen industri di wilayah Papua siap dengan implementasi B30 di lapangan,” ujarnya.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif