Pemanfaatan energi surya ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan, dengan potensi penurunan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) hingga sekitar Rp1.000/kWh. Foto: PLN IP
Pemanfaatan energi surya ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan, dengan potensi penurunan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) hingga sekitar Rp1.000/kWh. Foto: PLN IP

PLN Siapkan Energi Surya dan Baterai di Sulawesi Tengah, Investasi Rp3,3 Triliun

Annisa ayu artanti • 06 Oktober 2026 15:34
Ringkasnya gini..
  • PLN Indonesia Power menyiapkan PLTS 60 MWp dan BESS 200 MWh di 10 lokasi Sulawesi Tengah dengan investasi Rp3,3 triliun.
  • Proyek PLTS dan BESS ditargetkan mengurangi ketergantungan pada diesel sekaligus berpotensi menekan biaya penyediaan listrik.
  • PLN Indonesia Power mengembangkan bisnis MRO turbin dan rotating equipment untuk memperkuat industri nasional hingga pasar Asia Pasifik.
Jakarta: Bayangkan wilayah yang selama ini masih mengandalkan pembangkit diesel untuk mendapat listrik, kemudian mulai beralih ke tenaga surya yang dilengkapi baterai penyimpanan. Skema itu tengah disiapkan PLN Indonesia Power untuk 10 lokasi terisolasi di Sulawesi Tengah.

Melalui kolaborasi dengan PT ACE Energy Service (ACEES), PLN Indonesia Power mengembangkan proyek dedieselisasi dengan potensi PLTS 60 MWp dan Battery Energy Storage System (BESS) 200 MWh.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan rangkaian kolaborasi ini menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya berbicara mengenai penambahan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan, tetapi juga bagaimana memperkuat keandalan aset, industri pendukung, teknologi, serta kompetensi nasional. 

“Kami ingin transisi energi memberikan nilai tambah yang lebih luas. Bukan hanya menghadirkan energi yang lebih bersih, tetapi juga menciptakan efisiensi, memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan TKDN, dan membangun kapabilitas Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat regional,” ujar Bernadus dalam keterangan tertulis, Selasa, 6 Oktober 2026.
 

PLTS dan BESS Gantikan Ketergantungan pada Diesel


Salah satu kolaborasi dilakukan antara PLN Indonesia Power dan PT ACE Energy Service (ACEES) untuk pengembangan proyek dedieselisasi di 10 lokasi terisolasi di Sulawesi Tengah. Proyek tersebut memiliki potensi kapasitas PLTS 60 MWp dan BESS 200 MWh, dengan estimasi investasi mencapai Rp3,3 triliun yang direncanakan didukung pembiayaan dari konsorsium perbankan Korea dan Indonesia. 

Proyek juga diarahkan meningkatkan TKDN melalui penggunaan panel surya produksi dalam negeri dari Trina Mas Agra Indonesia, sekaligus berpotensi menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) hingga sekitar Rp1.000/kWh, bergantung pada karakteristik sistem kelistrikan di masing-masing lokasi.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power Julita Indah menyampaikan bahwa integrasi PLTS dan BESS menawarkan solusi yang relevan untuk wilayah yang selama ini masih bergantung pada pembangkit berbahan bakar diesel.

“Integrasi PLTS dan BESS memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan menekan ketergantungan terhadap bahan bakar diesel. Dengan sistem penyimpanan energi, pasokan listrik dari PLTS dapat dikelola lebih optimal sehingga keandalan sistem tetap terjaga sekaligus memberikan potensi efisiensi biaya penyediaan listrik,” kata Julita.

Di sisi pengelolaan aset, anak usaha PLN Indonesia Power, PLN Indonesia Power Services (PLN IP Services), menjalin kolaborasi dengan PT ABB Sakti Industri untuk memperkuat layanan pemeliharaan dan pengadaan generator, motor, serta Variable Speed Drive (VSD)/inverter. 

Kerja sama meliputi pemeliharaan dan perbaikan peralatan, penyediaan produk dan suku cadang ABB, hingga life assessment generator dan motor. Sinergi ini menggabungkan pengalaman PLN IP Services dalam pengelolaan aset pembangkitan dengan teknologi dan kompetensi teknis ABB untuk meningkatkan keandalan serta memperpanjang keberlanjutan operasi aset.

PLN IP Services juga menggandeng PT Barata Indonesia (Persero) dan Technofit Sdn Bhd dalam pengembangan Pusat MRO Turbin dan Rotating Equipment di Plant PKT Cilegon. Kolaborasi mencakup pekerjaan MRO di lingkungan PLN, pengembangan produk kelistrikan, peningkatan TKDN, alih teknologi, serta pengembangan kompetensi SDM. 

PLN IP Services berperan sebagai integrator solusi dan kontraktor lapangan, Barata Indonesia memperkuat kapabilitas heavy workshop dan manufaktur, sedangkan Technofit mendukung teknologi, pengalaman teknis, dan jaringan internasional.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan