Pelatihan dan pendampingan digital yang digelar BAKTI Komdigi bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Besar dan Atourin. (Foto: Ist)
Pelatihan dan pendampingan digital yang digelar BAKTI Komdigi bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Besar dan Atourin. (Foto: Ist)

Pelaku Wisata Sumbawa Didorong Masuk Pasar Digital

Medcom • 12 Agustus 2026 09:33
Ringkasnya gini..
  • Transformasi digital membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha pariwisata di daerah untuk memperluas akses pasar. Peluang tersebut kini didorong di Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui pelatihan dan pendampingan digital yang digelar BAKTI Komdigi bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Besar dan Atourin.
  • Program bertajuk “Pelatihan Pembuatan Paket Wisata untuk Dipasarkan melalui Online Travel Agent (OTA)” tersebut berlangsung selama tiga hari, 11-13 Agustus 2026, di Aula BKPSDM Kabupaten Sumbawa Besar.
  • Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pelaku pariwisata daerah memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan potensi wisata secara lebih luas.
Sumbawa Besar: Transformasi digital membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha pariwisata di daerah untuk memperluas akses pasar. Peluang tersebut kini didorong di Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui pelatihan dan pendampingan digital yang digelar BAKTI Komdigi bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Besar dan Atourin.
 
Program bertajuk “Pelatihan Pembuatan Paket Wisata untuk Dipasarkan melalui Online Travel Agent (OTA)” tersebut berlangsung selama tiga hari, 11-13 Agustus 2026, di Aula BKPSDM Kabupaten Sumbawa Besar.
 
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pelaku pariwisata daerah memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan potensi wisata secara lebih luas.

BAKTI Komdigi menilai perkembangan ekosistem digital harus diikuti dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi. Tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan literasi dan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan ekonomi daerah.
 
Sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang memiliki peluang besar untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Platform digital memungkinkan destinasi dan produk wisata lokal dipromosikan kepada calon wisatawan dari berbagai daerah, bahkan pasar internasional.

80 Peserta Ikuti Pelatihan Secara Hybrid

Pelatihan di Sumbawa Besar tersebut digelar secara hybrid dengan melibatkan 80 peserta.
 
Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan secara langsung. Mereka berasal dari unsur masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Sumbawa Besar.
 
Sementara itu, 50 peserta lainnya mengikuti pelatihan secara daring dari berbagai lokasi titik Akses Internet dan BTS BAKTI yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumbawa.
 
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Budi Prasetiyo. Turut memberikan sambutan dalam agenda pembukaan yakni Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Hasanuddin serta perwakilan BAKTI Komdigi, Inneke Lady.
 
Pemerintah Kabupaten Sumbawa memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara BAKTI Komdigi, Atourin, dan para peserta.
 
Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan literasi serta kapasitas digital para pelaku pariwisata sehingga mereka mampu mengoptimalkan teknologi untuk memasarkan produk wisata unggulan Sumbawa.

Destinasi Menarik Saja Tak Cukup

Perwakilan BAKTI Komdigi, Inneke Lady, mengatakan perkembangan industri pariwisata yang semakin kompetitif membuat pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan destinasi yang menarik.
 
Menurutnya, potensi wisata perlu dikemas menjadi produk yang mudah ditemukan, menarik, memiliki nilai jual, dan dapat dibeli wisatawan melalui platform digital.
 
“Di tengah perkembangan industri pariwisata yang semakin kompetitif, memiliki destinasi yang menarik saja belum cukup. Kita juga perlu memastikan bahwa potensi tersebut dikemas menjadi produk wisata yang menarik, mudah dibeli, mudah ditemukan, dan mampu menjangkau wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara. Salah satu peluang yang dapat kita manfaatkan adalah melalui Online Travel Agent atau OTA,” ujar Inneke.
 
Menurut Inneke, kehadiran OTA memberikan peluang bagi produk wisata lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
 
Melalui platform tersebut, wisatawan dapat memperoleh informasi mengenai destinasi, aktivitas wisata, harga, durasi perjalanan, hingga fasilitas yang tersedia sebelum melakukan pemesanan.
 
Dengan demikian, produk wisata yang sebelumnya hanya dikenal masyarakat lokal berpeluang menjangkau wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara.
 
“Melalui OTA, paket wisata yang sebelumnya mungkin hanya dikenal oleh masyarakat sekitar dapat dipasarkan secara lebih luas. Wisatawan dapat memperoleh informasi mengenai destinasi, aktivitas, harga, durasi perjalanan, fasilitas, serta melakukan pemesanan secara lebih mudah melalui platform digital,” jelasnya.

Pelaku Wisata Belajar Mengemas Produk untuk Pasar Digital

Inneke menambahkan, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis membuat paket perjalanan.
 
Lebih dari itu, peserta didorong memahami cara mengubah potensi wisata menjadi produk yang memiliki nilai jual serta siap dipasarkan melalui ekosistem digital.
 
“Oleh karena itu, pelatihan hari ini menjadi sangat penting. Kita tidak hanya belajar mengenai bagaimana membuat sebuah paket perjalanan, tetapi juga bagaimana mengubah potensi wisata menjadi produk yang memiliki nilai jual dan siap dipasarkan melalui ekosistem digital,” katanya.
 
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku pariwisata Sumbawa Besar meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan pemasaran tanpa hanya bergantung pada metode promosi konvensional.
 
Digitalisasi juga diharapkan dapat membuka peluang peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang pada akhirnya memberikan dampak terhadap pendapatan pelaku usaha dan perekonomian daerah.

Atourin Siapkan Pendampingan Selama Dua Bulan

Program tersebut tidak berhenti setelah pelatihan tatap muka selesai. Atourin juga menyiapkan program pendampingan secara online selama dua bulan, yakni sepanjang Agustus hingga September 2026.
 
Pendampingan tersebut ditujukan agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat benar-benar diterapkan dalam kegiatan usaha.
 
Peserta akan mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan materi yang telah dipelajari, termasuk dalam pengembangan dan pemasaran paket wisata melalui kanal digital.
 
Dengan adanya pendampingan berkelanjutan, program diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta yang memahami teknologi digital, tetapi juga melahirkan pelaku pariwisata yang mampu mengembangkan produk wisata dan memasarkannya secara mandiri.
 
Pada akhirnya, peserta pelatihan diharapkan dapat menjadi local champion yang ikut mendorong kemajuan pariwisata Kabupaten Sumbawa Besar melalui pemanfaatan teknologi digital.
 
Kolaborasi BAKTI Komdigi, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Besar, dan Atourin ini sekaligus menunjukkan bahwa penguatan infrastruktur digital perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat.
 
Dengan produk wisata yang semakin siap dipasarkan secara digital, Sumbawa Besar memiliki peluang untuk memperluas jangkauan pasar pariwisatanya, meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan